Ekspor Nonmigas Indonesia ke AS Tumbuh, Mesin & Perlengkapan Elektrik Jadi Andalan

ekspor Nonmigas
Sumber Foto : Canva

Indonesia mencatat pertumbuhan ekspor nonmigas ke Amerika Serikat (AS) sebesar 5,97% secara tahunan pada Februari 2026, mencapai US$2,49 miliar. Kinerja positif ini terutama didorong oleh ekspor kelompok mesin, perlengkapan elektrik, dan komponennya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menuturkan, sektor mesin dan perlengkapan elektrik memberikan kontribusi terbesar, yakni 15,87% dari total ekspor nonmigas ke AS. “Pertumbuhan ekspor mesin dan perlengkapan elektrik meningkat 8,88% dibandingkan Februari 2025,” ujar Amalia, Rabu (1/4/2026) di Jakarta.

Selain itu, permintaan produk energi terbarukan juga melonjak. Ekspor sel surya yang telah dirakit menjadi modul atau panel tumbuh 27,85%, sementara sel yang belum dirakit meningkat 84,74% secara tahunan. Tren ini menunjukkan peluang strategis Indonesia dalam rantai pasok global energi bersih serta mendukung transisi energi dunia.

BPS mencatat, neraca perdagangan nonmigas Indonesia ke AS mengalami surplus US$3,53 miliar untuk periode Januari–Februari 2026, tertinggi di antara negara mitra dagang. Komoditas yang mencatat surplus terbesar antara lain mesin dan perlengkapan elektrik (US$716,4 juta), alas kaki (US$446,9 juta), serta pakaian rajutan dan aksesorinya (US$426,4 juta).

Peningkatan ekspor nonmigas ke AS ini mencerminkan kemampuan Indonesia untuk memanfaatkan peluang global meski menghadapi tantangan ekonomi dunia. Produk berbasis teknologi dan energi terbarukan menjadi andalan dalam mendorong pertumbuhan ekspor, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *