Amazon resmi mengakuisisi operator satelit Globalstar dalam kesepakatan senilai US$11,57 miliar atau sekitar Rp198,34 triliun. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Amazon dalam memperkuat bisnis satelit dan memperluas layanan konstelasi satelit LEO untuk bersaing langsung dengan Starlink milik SpaceX.
Melalui kesepakatan tersebut, Amazon akan mengambil alih operasional satelit Globalstar, infrastruktur pendukung, serta spektrum Mobile Satellite Services (MSS) berlisensi global. Proses akuisisi ini ditargetkan selesai pada 2027, dengan catatan masih menunggu persetujuan regulator, termasuk Federal Communications Commission (FCC).
Strategi Amazon di Bisnis Satelit LEO
Dalam rencana pengembangannya, Amazon menegaskan bahwa integrasi Globalstar tidak akan mengganggu jadwal peluncuran layanan utama mereka. Proyek konstelasi satelit LEO Amazon yang dikenal sebagai Amazon Leo tetap dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini.
Selain itu, Amazon juga akan mendukung pengembangan jaringan generasi berikutnya milik Globalstar, termasuk pembangunan lebih dari 50 satelit baru untuk memperkuat layanan pita L (L-band). Langkah ini diharapkan mempercepat ekspansi konstelasi satelit LEO secara global.
Persaingan dengan Starlink Semakin Ketat
Di sisi lain, akuisisi ini dipandang sebagai upaya serius Amazon untuk mengejar dominasi SpaceX di sektor internet satelit. Starlink saat ini telah mengoperasikan lebih dari 10.000 satelit dengan jutaan pengguna aktif di berbagai negara.
Amazon sendiri baru meluncurkan sekitar 241 satelit dari total rencana 3.232 unit. Perusahaan juga diwajibkan mengoperasikan minimal 1.616 satelit pada Juli tahun ini untuk memenuhi lisensi, meski sempat mengajukan penundaan akibat kendala peluncuran.
Dukungan Layanan Darurat dan Kolaborasi Industri
Globalstar dikenal memiliki teknologi direct-to-device (D2D) yang memungkinkan perangkat seluler terhubung langsung ke satelit tanpa menara seluler. Teknologi ini menjadi nilai strategis dalam pengembangan layanan Amazon ke depan.
Menariknya, kolaborasi juga mencakup kerja sama dengan Apple untuk fitur berbasis satelit seperti Emergency SOS, Find My, hingga layanan pesan darurat di area tanpa sinyal. Layanan D2D generasi berikutnya bahkan ditargetkan mendukung panggilan suara dan data mulai 2028.
Dengan langkah ini, akuisisi Globalstar Amazon memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan industri satelit global yang kian kompetitif, terutama dalam pengembangan layanan berbasis konstelasi satelit LEO.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com