Lonjakan Tagihan Energi Inggris Ancam Tembus £2.000, Dampak Konflik Iran Kian Terasa

Tagihan Energi
Sumber Foto : Canva

Rumah tangga di Inggris menghadapi kenaikan signifikan dalam tagihan energi Inggris yang diperkirakan mencapai hampir £2.000 per tahun mulai Juli 2026. Kenaikan ini dipicu lonjakan harga gas global akibat konflik Iran, yang menekan biaya hidup di tengah beban ekonomi yang sudah tinggi.

Berdasarkan proyeksi lembaga konsultan Cornwall Insight, batas harga energi (price cap) dari regulator Ofgem diperkirakan naik menjadi £1.929 per tahun. Angka ini melonjak sekitar 18% dibandingkan periode April–Juni yang berada di level £1.641, atau bertambah sekitar £288 per tahun untuk rata-rata rumah tangga.

Sebelumnya, tarif energi sempat turun 7% pada April menjadi £1.758 setelah pemerintah memindahkan sebagian biaya energi hijau ke pajak umum. Namun, penurunan tersebut hanya bersifat sementara dan diperkirakan tidak mampu menahan lonjakan biaya berikutnya.

Tekanan Biaya Hidup Semakin Berat

Kenaikan tagihan energi Inggris terjadi bersamaan dengan lonjakan berbagai kebutuhan lain. Mulai April, total biaya hidup rumah tangga diperkirakan meningkat lebih dari £200 per tahun.

Pajak daerah (council tax) di Inggris dan Wales naik sekitar 5%, sementara di Skotlandia mencapai 4–10% dan Irlandia Utara 1,96–4,5%. Tagihan air juga naik rata-rata £33 menjadi £639 per tahun. Sementara itu, biaya telepon dan internet turut meningkat, masing-masing sekitar £39,60 dan £27,60 per tahun.

Dampak Konflik Iran ke Harga Energi

Lonjakan biaya ini tidak lepas dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak dunia melonjak hampir 6% hingga menyentuh US$119 per barel, mendekati level tertinggi sejak awal konflik. Bahkan, analis memperingatkan harga minyak bisa menembus US$150 per barel jika konflik berlanjut.

Gangguan distribusi energi di Selat Hormuz—jalur vital ekspor minyak global—menjadi faktor utama yang memicu kekhawatiran pasar. Dampaknya langsung terasa di Inggris, terutama pada harga bahan bakar dan gas.

Harga diesel kini rata-rata mencapai 182,77 pence per liter, membuat biaya pengisian mobil keluarga melebihi £100. Sementara bensin berada di kisaran 152,83 pence per liter, dengan biaya isi penuh sekitar £84.

Utang Energi dan Respons Pemerintah

Di sisi lain, tekanan ekonomi juga tercermin dari meningkatnya utang rumah tangga ke penyedia energi. Data Ofgem menunjukkan total utang mencapai rekor £4,55 miliar pada akhir 2025, melibatkan sekitar dua juta rumah tangga.

Pemerintah Inggris menyatakan akan terus memantau situasi. Menteri Energi untuk Konsumen, Martin McCluskey, menegaskan bahwa penurunan tarif hingga Juni bertujuan melindungi masyarakat dalam jangka pendek. Namun, pemerintah tidak menutup kemungkinan intervensi lanjutan jika krisis memburuk.

Sejumlah menteri juga dijadwalkan menggelar rapat darurat untuk membahas dampak ekonomi dari konflik Iran, termasuk koordinasi dengan sektor swasta dalam menghadapi lonjakan harga energi.

Kondisi ini mempertegas ketergantungan Inggris pada gas sebagai sumber energi utama. Para analis menilai diversifikasi energi menjadi kunci untuk meredam fluktuasi harga di masa depan.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *