Perusahaan farmasi Regeneron memperkirakan tidak akan terdampak kebijakan tarif obat AS yang tengah disiapkan pemerintah Amerika Serikat. Hal ini menyusul rencana perusahaan untuk segera menyepakati penurunan harga obat dengan pemerintah.
Langkah tersebut muncul di tengah rencana pemerintahan Presiden Donald Trump yang akan memberlakukan tarif baru bagi perusahaan farmasi yang belum menyetujui penyesuaian harga obat di pasar domestik. Kebijakan ini disebut-sebut bisa diumumkan dalam waktu dekat.
Regeneron menyatakan tengah merampungkan kesepakatan untuk menurunkan harga obat resep, khususnya bagi program Medicaid serta pasien yang membayar secara mandiri. Perusahaan optimistis pengumuman resmi akan dilakukan dalam waktu dekat.
Dorongan Tekan Harga Obat
Kebijakan tarif ini menjadi bagian dari tekanan pemerintah AS terhadap industri farmasi agar menurunkan harga obat yang dinilai masih tinggi. Dari total 17 perusahaan farmasi besar yang sebelumnya menerima surat dari pemerintah pada Juli lalu, Regeneron menjadi satu-satunya yang belum menandatangani kesepakatan.
Sejumlah perusahaan lain telah lebih dulu menyetujui skema “most-favoured-nation pricing”, yakni penyesuaian harga obat agar setara dengan negara lain. Selain itu, industri juga diminta menjual produk langsung ke konsumen melalui platform baru pemerintah bernama TrumpRx.gov.
Tak hanya itu, perusahaan farmasi juga berkomitmen meningkatkan investasi di Amerika Serikat hingga miliaran dolar sebagai bagian dari kesepakatan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat industri domestik sekaligus menekan biaya kesehatan bagi masyarakat.
Dengan adanya kesepakatan harga obat yang tengah disiapkan, Regeneron berpeluang menghindari dampak dari kebijakan tarif obat AS yang berpotensi menekan kinerja industri farmasi secara luas.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






