Pemerintahan Presiden AS Donald Trump berhasil mengamankan kesepakatan dengan 16 perusahaan farmasi global untuk menurunkan harga obat AS agar setara dengan negara maju lainnya. Sebagai imbalannya, perusahaan-perusahaan tersebut memperoleh pembebasan tarif impor obat selama tiga tahun.
Kesepakatan ini juga mencakup komitmen penerapan skema “most-favoured-nation pricing”, di mana harga obat di Amerika Serikat diselaraskan dengan harga terendah di negara maju. Selain itu, obat-obatan akan dijual langsung ke konsumen melalui platform pemerintah baru, TrumpRx.gov, serta disertai janji investasi miliaran dolar di dalam negeri.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat yang dikirim Trump pada Juli lalu kepada 17 perusahaan farmasi besar, yang mendesak mereka menurunkan harga obat di AS. Hingga kini, 16 perusahaan telah menyatakan kesepakatan secara terbuka, sementara satu perusahaan masih dalam tahap finalisasi.
Diskon Besar hingga Akses Langsung ke Konsumen
Sejumlah perusahaan menawarkan potongan harga signifikan melalui platform TrumpRx. Pfizer, misalnya, memberikan diskon hingga 85% untuk berbagai obat, dengan rata-rata penghematan sekitar 50% untuk produk perawatan utama.
AstraZeneca juga menawarkan potongan hingga 80%, sementara Novo Nordisk memangkas harga obat penurun berat badan seperti Wegovy dan Ozempic menjadi sekitar 350 dolar per bulan dari sebelumnya di atas 1.000 dolar. Produk insulin mereka bahkan ditetapkan hanya 35 dolar per bulan.
Eli Lilly mengambil langkah serupa dengan menyediakan obat obesitas dan diabetes dengan harga yang jauh lebih rendah untuk pasien Medicare maupun pembelian langsung. Sementara itu, Merck menawarkan obat diabetes populer dengan diskon sekitar 70% menjelang masuknya produk generik.
Perusahaan lain seperti Amgen, Sanofi, dan GSK turut menghadirkan potongan harga antara 60% hingga 80% untuk berbagai kategori obat, mulai dari kolesterol hingga penyakit pernapasan.
Strategi Tekan Harga dan Reformasi Sistem
Kesepakatan harga obat AS ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan biaya kesehatan yang selama ini menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Dengan membuka jalur distribusi langsung ke pasien, pemerintah berharap dapat memangkas peran perantara yang selama ini ikut mendorong harga naik.
Selain itu, sejumlah perusahaan juga sepakat menyesuaikan harga obat baru di AS agar tidak jauh berbeda dengan negara maju lain, terutama di pasar Eropa. Langkah ini dinilai sebagai perubahan besar dalam strategi penetapan harga industri farmasi global.
Meski demikian, tidak semua perusahaan langsung bergabung. Regeneron menjadi satu-satunya dari 17 perusahaan yang belum menandatangani kesepakatan, meski menyatakan akan segera menyusul dalam waktu dekat.
Kebijakan ini diperkirakan akan berdampak luas, baik bagi pasien yang selama ini terbebani biaya tinggi, maupun bagi industri farmasi yang harus menyesuaikan model bisnis mereka di pasar AS.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






