Kenaikan harga petrokimia global mulai memperbaiki prospek jangka panjang Braskem, namun produsen asal Brasil itu masih dibayangi tekanan utang dalam waktu dekat. Perusahaan tengah mempertimbangkan langkah hukum untuk menunda kewajiban kepada kreditur, seiring beban bunga yang segera jatuh tempo.
Perusahaan yang beroperasi di Brasil, Amerika Serikat, dan Meksiko ini dikabarkan membuka opsi perlindungan dari kreditur guna menghindari restrukturisasi utang yang lebih berat. Dalam keterbukaan informasi, Braskem menyebut sedang mengevaluasi berbagai alternatif, termasuk langkah perlindungan hukum dalam proses negosiasi utang yang berjalan.
Analis Citibank baru-baru ini menaikkan target harga saham Braskem dari 8 menjadi 10 real per saham. Kenaikan ini didorong oleh membaiknya margin petrokimia akibat gangguan pasokan global, terutama yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Namun, perbaikan tersebut belum cukup untuk meredakan tekanan jangka pendek. Braskem tercatat memiliki kewajiban pembayaran bunga sekitar US$100 juta untuk obligasi internasional yang jatuh tempo pada pertengahan tahun ini. Selain itu, tekanan juga datang dari meningkatnya beban utang pada joint venture mereka di Meksiko, Braskem Idesa.
Tekanan Utang Masih Tinggi
Industri petrokimia sendiri masih dalam fase pemulihan setelah mengalami penurunan berkepanjangan. Margin yang sempat tertekan jauh di bawah rata-rata historis membuat posisi keuangan Braskem melemah, dengan total utang mencapai US$9,4 miliar dan kas hanya sekitar US$2,1 miliar hingga akhir 2025.
Di tengah kondisi tersebut, rencana perubahan kepemilikan perusahaan juga mengalami penundaan. Novonor sebelumnya sepakat menjual saham pengendali Braskem kepada IG4 Capital, yang nantinya akan berbagi kendali dengan Petrobras.
Proses transisi yang semula ditargetkan rampung awal 2026 kini mundur hingga sekitar Mei. Penundaan ini turut memperlambat pembahasan restrukturisasi utang karena arah kebijakan perusahaan masih menunggu kepastian manajemen baru.
Meski demikian, ekspektasi terhadap perubahan kepemilikan ini telah mendorong harga saham Braskem naik sekitar 15% sepanjang tahun berjalan ke level 9 real per saham.
Analis menilai, membaiknya prospek industri petrokimia dapat mengurangi urgensi restrukturisasi besar dalam waktu dekat. Namun, tanpa perbaikan likuiditas jangka pendek, tekanan utang Braskem tetap menjadi risiko utama yang harus segera diatasi.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






