Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) resmi menyetujui pil obat penurun berat badan milik Eli Lilly, memperketat persaingan dengan Novo Nordisk di pasar terapi GLP-1 yang tengah berkembang pesat. Obat bernama orforglipron yang dipasarkan sebagai Foundayo ini diklaim mampu menurunkan berat badan hingga 15% dalam uji klinis.
Pil tersebut merupakan obat oral yang dikonsumsi sekali sehari dan bekerja dengan menargetkan hormon GLP-1. Eli Lilly menyebut produk ini akan mulai dipasarkan pada 6 April melalui platform LillyDirect dengan harga awal sekitar US$149 per bulan untuk dosis terendah. Distribusi selanjutnya akan diperluas ke apotek ritel dan layanan telehealth.
CEO Eli Lilly, David Ricks, menyatakan obat ini ditujukan tidak hanya untuk menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga hasil penurunan tersebut. Perusahaan juga telah mengajukan izin edar di lebih dari 40 negara dan menargetkan persetujuan di sejumlah pasar utama dalam waktu dekat.
Persaingan Obat GLP-1 Makin Ketat
Persetujuan FDA ini menandai babak baru dalam persaingan obat GLP-1 antara Eli Lilly dan Novo Nordisk. Sebelumnya, Novo lebih dulu menguasai pasar melalui produk injeksi seperti Ozempic dan Wegovy, serta meluncurkan versi pil Wegovy pada awal tahun.
Keunggulan utama Foundayo terletak pada fleksibilitas konsumsi. Obat ini dapat diminum kapan saja tanpa terikat waktu makan. Sebaliknya, pil Wegovy harus dikonsumsi saat perut kosong di pagi hari dengan jeda waktu sebelum makan atau minum.
Analis menilai kemudahan penggunaan ini berpotensi meningkatkan adopsi pasien, terutama bagi mereka yang baru pertama kali menggunakan terapi GLP-1. Meski demikian, faktor harga dan efek samping tetap menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan obat.
Pil vs Suntikan: Pasar Masih Terbuka
Meski obat oral semakin diminati, terapi injeksi masih dianggap memberikan hasil penurunan berat badan yang lebih signifikan. Para analis memperkirakan obat berbentuk pil hanya akan menguasai sekitar 20% pasar pada 2030.
Dalam uji klinis tahap akhir selama 72 minggu, orforglipron menunjukkan penurunan berat badan rata-rata sekitar 12%. Hasil serupa juga terlihat pada uji tahap menengah sebelumnya yang mencatat penurunan hingga hampir 15%.
Efek samping yang paling umum dilaporkan adalah gangguan pencernaan ringan hingga sedang, seperti mual dan muntah. Selain itu, label obat ini juga menyertakan peringatan serius terkait potensi risiko tumor tiroid, serupa dengan produk GLP-1 lainnya.
Persetujuan ini diperoleh melalui program percepatan FDA yang memberikan prioritas pada obat dengan dampak signifikan bagi kesehatan publik. Program tersebut juga menjadi bagian dari kesepakatan antara Eli Lilly dan pemerintah AS untuk menekan harga obat bagi pasien dan program kesehatan.
Seiring meningkatnya permintaan terhadap solusi penurunan berat badan yang efektif, kehadiran pil obat penurun berat badan ini diperkirakan akan memperluas akses sekaligus memperketat kompetisi di industri farmasi global.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






