BP Tunjuk Carol Howle sebagai Deputy CEO, Perkuat Arah Strategi Perusahaan

BP Deputy CEO
Sumber Foto ; Google

BP resmi menunjuk Carol Howle sebagai Deputy Chief Executive Officer (Deputy CEO), memperkuat strategi perusahaan di tengah transformasi bisnis energi yang tengah berlangsung. Ia akan bertanggung jawab atas evaluasi portofolio serta pengembangan arah strategis jangka panjang perusahaan.

Dalam perannya, Howle juga kembali memimpin divisi supply, trading, dan shipping—posisi yang sebelumnya ia emban. Penunjukan ini dilakukan tak lama setelah Meg O’Neill resmi menjabat sebagai CEO, menggantikan kepemimpinan sebelumnya.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan BP yang tengah melakukan penyesuaian besar, termasuk kembali memprioritaskan bisnis minyak dan gas. Perusahaan sebelumnya sempat agresif masuk ke sektor energi terbarukan, namun kini mengurangi investasi di segmen tersebut.

Fokus Efisiensi dan Penjualan Aset

Sebagai bagian dari strategi perusahaan BP, perusahaan telah memangkas anggaran proyek energi terbarukan hingga miliaran dolar. Selain itu, BP menargetkan divestasi aset senilai 20 miliar dolar AS hingga 2027, sekaligus menekan beban utang dan biaya operasional.

Upaya efisiensi tersebut mulai menunjukkan hasil. Utang bersih BP turun dari 26 miliar dolar AS menjadi 22 miliar dolar AS dalam satu kuartal terakhir. Perusahaan tetap mempertahankan target utang di kisaran 14–18 miliar dolar AS pada akhir 2027.

Ketua BP, Albert Manifold, sebelumnya menyebut bahwa sejumlah aset perusahaan berpotensi memiliki nilai lebih tinggi jika dimiliki pihak lain. Pernyataan ini memperkuat arah restrukturisasi portofolio yang kini dijalankan.

Peran Strategis Jangka Panjang

Meg O’Neill menegaskan bahwa Howle akan memimpin pengembangan strategi jangka panjang BP, melampaui target yang telah ditetapkan hingga 2027. Tim strategi dan keberlanjutan perusahaan juga akan berada di bawah koordinasinya.

Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di BP, Howle dinilai memiliki pemahaman mendalam terhadap operasional dan dinamika industri energi global.

Penunjukan O’Neill sendiri mencatat sejarah baru, sebagai CEO pertama dari luar perusahaan dalam lebih dari satu abad, sekaligus perempuan pertama yang memimpin salah satu raksasa minyak dunia.

Sebelumnya, posisi Deputy CEO pernah diisi oleh Lamar McKay pada 2016 di bawah kepemimpinan Bob Dudley. Kini, peran tersebut kembali dihidupkan untuk memperkuat arah strategi perusahaan BP ke depan.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *