Amazon dikabarkan tengah menjajaki akuisisi Globalstar sebagai bagian dari strategi memperkuat bisnis satelit orbit rendah (LEO) dan menantang dominasi Starlink milik SpaceX. Negosiasi masih berlangsung dan melibatkan sejumlah pihak, termasuk Apple yang memiliki saham di perusahaan tersebut.
Laporan menyebutkan, pembicaraan antara kedua perusahaan masih menghadapi sejumlah kendala teknis dan bisnis. Salah satu faktor utama adalah kepemilikan sekitar 20% saham Globalstar oleh Apple, yang membuat proses kesepakatan menjadi lebih kompleks karena membutuhkan persetujuan tambahan.
Globalstar sendiri merupakan perusahaan berbasis di Louisiana, Amerika Serikat, yang mengoperasikan jaringan satelit LEO untuk layanan komunikasi. Perusahaan ini menyediakan layanan suara, data, serta pelacakan aset untuk sektor bisnis, pemerintah, hingga konsumen. Nilai pasar Globalstar tercatat sekitar US$8,81 miliar, dengan sahamnya melonjak signifikan dalam setahun terakhir.
Strategi Amazon Bangun Jaringan Satelit
Langkah Amazon mengincar Globalstar tidak lepas dari ambisinya mengembangkan jaringan satelit sendiri melalui proyek yang kini dikenal sebagai LEO, sebelumnya disebut Project Kuiper. Perusahaan menargetkan peluncuran sekitar 3.200 satelit untuk membangun infrastruktur internet global berbasis ruang angkasa.
Saat ini, Amazon baru memiliki sekitar 180 satelit yang telah mengorbit. Meski masih jauh tertinggal, perusahaan berupaya mengejar ketertinggalan dari Starlink yang telah mengoperasikan lebih dari 9.500 satelit dan melayani lebih dari sembilan juta pengguna di seluruh dunia.
Persaingan Ketat di Industri Satelit
Dominasi Starlink menjadikannya pemain utama dalam industri satelit global, dengan kontribusi pendapatan yang signifikan terhadap SpaceX. Layanan Starlink tidak hanya digunakan oleh konsumen individu, tetapi juga sektor bisnis hingga lembaga pemerintah, termasuk untuk kebutuhan keamanan nasional melalui layanan khusus.
Di tengah persaingan ini, langkah Amazon melakukan ekspansi melalui potensi akuisisi Globalstar dinilai sebagai upaya strategis untuk mempercepat pengembangan jaringan satelit LEO dan memperluas pangsa pasar.
Di sisi lain, SpaceX juga dilaporkan tengah mempersiapkan penawaran saham perdana (IPO) di Amerika Serikat. Jika terealisasi, valuasi perusahaan diperkirakan bisa mencapai US$1,75 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari bisnis Starlink.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






