Scam Nomor Call Center di Google, Warganet Rugi Rp60 Juta dalam Hitungan Menit

scam nomor call center
Sumber Foto ; Canva

Seorang warganet membagikan pengalaman pahit setelah menjadi korban scam nomor call center yang ditemukannya melalui mesin pencari. Akibat kejadian tersebut, ia kehilangan uang hingga lebih dari Rp60 juta hanya dalam beberapa menit.

Kisah ini disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (10/3/2026). Ia menegaskan bahwa kerugian tersebut bukan disebabkan kegagalan usaha atau investasi bodong, melainkan penipuan Google yang terjadi sangat cepat.

Awalnya, ia membeli tiket pesawat rute Palembang–Jakarta pulang pergi. Karena maskapai yang dipilih sering mengalami keterlambatan, ia sengaja memesan penerbangan paling pagi pukul 06.00 WIB agar jadwal tetap aman.

Namun rencana tidak berjalan mulus. Jadwal keberangkatan mendadak berubah menjadi pukul 10.20 WIB. Padahal, ia sudah memiliki janji penting dengan klien pada pukul 09.00 WIB. Jika pertemuan batal, ia berisiko kehilangan kepercayaan klien.

Dalam kondisi panik, ia berusaha menjadwalkan ulang penerbangan. Situs resmi maskapai hanya menyediakan layanan pelanggan via WhatsApp dengan respons lambat. Situasi mendesak membuatnya mencari alternatif lain.

“Karena panik, saya mencari nomor call center di Google. Dari situlah semuanya bermula,” tulisnya.

Nomor yang ditemukan tercantum sebagai “Layanan Darurat 24 Jam Lion Air”. Petugas yang menjawab berbicara lancar dan terdengar profesional. Instruksi yang diberikan juga sistematis sehingga tampak meyakinkan.

Ia kemudian dipandu melakukan proses penjadwalan ulang dan diminta membayar biaya administrasi sebesar Rp6.500. Setelah itu, korban diarahkan mengakses situs tertentu dan diminta memilih menu “BCA Individual” serta mengisi kolom “Appli 1”.

Tanpa curiga, ia mengikuti seluruh arahan tersebut.

Beberapa detik setelah transaksi diproses, notifikasi mengejutkan muncul. Dana sebesar Rp60.000.123 langsung terkuras dari rekeningnya.

“Lima detik setelah transaksi, uang saya hilang. Rasanya campur aduk antara syok, marah, panik, dan sedih,” ungkapnya.

Ia menyadari telah menjadi korban scam nomor call center yang memanfaatkan kepanikan pengguna. Uang hasil kerja kerasnya raib dalam waktu singkat.

Melalui unggahan tersebut, ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan Google dengan modus serupa. Menurutnya, tampilan informasi yang meyakinkan di internet tidak selalu dapat dipercaya.

Ia juga mengakui kesalahannya karena bertindak impulsif saat menghadapi situasi mendesak.

“Semoga pengalaman ini menjadi pelajaran. Periksa kembali setiap nomor layanan pelanggan yang ditemukan di internet,” pesannya.

Modus scam nomor call center memang semakin marak. Pelaku memanfaatkan kepanikan korban dan celah informasi digital. Karena itu, verifikasi sumber resmi menjadi langkah penting sebelum melakukan transaksi apa pun.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *