Bank sentral Inggris, Bank of England, mulai menguji dampak penggunaan kecerdasan buatan terhadap stabilitas sistem keuangan melalui simulasi dan analisis skenario. Langkah ini dilakukan untuk memahami potensi risiko AI di sistem keuangan, sekaligus menepis anggapan bahwa otoritas hanya bersikap menunggu.
Dalam surat kepada parlemen, BoE menegaskan tengah mengkaji bagaimana investasi dan adopsi teknologi AI dapat mengubah dinamika industri keuangan. Fokus utama pengujian mencakup potensi perilaku “herding” atau aksi serentak pelaku pasar yang bisa memperparah tekanan saat terjadi gejolak.
Deputi Gubernur Stabilitas Keuangan BoE, Sarah Breeden, menyebut pihaknya juga bekerja sama dengan regulator internasional. Kolaborasi ini bertujuan memahami bagaimana agen AI dapat memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar keuangan global.
Risiko Baru dari AI dan Ancaman Siber
Kekhawatiran terhadap risiko AI di sistem keuangan meningkat setelah peluncuran produk baru dari Anthropic bernama Mythos. Teknologi ini dinilai memiliki kemampuan pemrograman canggih yang berpotensi membuka celah baru dalam keamanan siber.
Gubernur BoE, Andrew Bailey, bahkan menyebut inovasi tersebut bisa “membuka seluruh lanskap risiko siber,” karena kemampuannya dalam mengidentifikasi dan mengeksploitasi kelemahan sistem.
Tekanan ke Pemerintah Inggris
Di sisi lain, Komite Keuangan Parlemen Inggris atau Treasury Committee mengkritik lambannya respons pemerintah dalam mengantisipasi dampak AI. Mereka menyoroti belum adanya langkah konkret untuk memasukkan perusahaan AI dan cloud besar ke dalam rezim Critical Third Parties (CTP).
Ketua komite, Meg Hillier, menilai kewenangan yang dimiliki pemerintah belum dimanfaatkan secara optimal. Ia menyebut kondisi ini membuat sistem keuangan tetap rentan di tengah percepatan adopsi teknologi.
Sementara itu, Menteri Keuangan Inggris, Lucy Rigby, menyatakan pemerintah menargetkan penetapan awal perusahaan yang masuk kategori CTP dilakukan tahun ini. Namun, ia menolak mengungkapkan nama perusahaan yang sedang dipertimbangkan demi menjaga proses tetap independen.
Langkah Bank of England ini menunjukkan bahwa risiko AI di sistem keuangan kini menjadi perhatian utama regulator global, seiring pesatnya perkembangan teknologi yang berpotensi membawa manfaat sekaligus ancaman baru bagi stabilitas pasar.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com





