Microsoft Indonesia menargetkan keterlibatan 500.000 peserta dalam program Microsoft Elevate hingga Juni 2026. Target tersebut tidak sekadar mengejar angka. Perusahaan menekankan kualitas pelatihan serta dampak nyata bagi peserta.
Pelatihan AI gratis ini dirancang sebagai program pengembangan keterampilan berbasis kolaborasi lintas sektor. Microsoft menggandeng kementerian, perguruan tinggi, komunitas, serta berbagai mitra pelatihan. Komposisi pembelajaran menitikberatkan praktik sebesar 60 persen dan teori 40 persen. Peserta memanfaatkan ekosistem teknologi Microsoft seperti Copilot, Azure, dan Minecraft Education.
AI Skills Director Microsoft, Arief Suseno, menjelaskan strategi pencapaian target dilakukan melalui tiga sektor utama. Ketiganya meliputi pendidikan, organisasi non-profit, dan instansi pemerintah. Setiap sektor memiliki pendekatan program serta mitra yang berbeda.
Microsoft bekerja sama dengan delapan mitra strategis. Pemerintah juga memberikan dukungan agar target nasional tersebut tercapai.
Skema Pelatihan Berjenjang dan Fleksibel
Peserta program Microsoft Elevate mengikuti tahapan belajar yang terstruktur. Tahap awal dilakukan melalui pembelajaran mandiri. Materi tersedia di Learning Management System (LMS) milik Microsoft, mitra, maupun pemerintah.
Model ini memungkinkan peserta mempelajari materi secara fleksibel dan mendalam.
Setelah tahap mandiri selesai, peserta mengikuti kelas berbasis instruktur. Instruktur membantu memperkuat pemahaman materi. Sesi berikutnya berupa lokakarya praktik. Peserta menguji konsep dan mengeksplorasi penerapannya secara langsung.
Tahap akhir difokuskan pada pendalaman keterampilan. Peserta yang lulus memperoleh Certificate of Completion.
Durasi program bergantung pada konsistensi belajar peserta. Jika dijalankan rutin, seluruh rangkaian dapat selesai dalam dua hingga tiga minggu. Khusus pembelajaran mandiri, waktu belajar berkisar 14–20 jam.
Sertifikat Bernilai dan Tantangan Literasi Digital
Seluruh pelatihan AI gratis ini tidak dipungut biaya. Manfaat sertifikat berbeda di tiap sektor.
Pada sektor pendidikan, sertifikat menyasar para guru. Microsoft mengupayakan agar sertifikat dapat dihitung sebagai poin pengembangan profesional. Nilai tersebut mendukung promosi jabatan.
Di sektor non-profit, sertifikat memperkuat portofolio dan kompetensi individu. Program ini juga menyediakan sertifikasi kompetensi berstandar internasional yang diakui global.
Untuk sektor pemerintah, sertifikat diterbitkan bersama Kementerian PAN-RB dan BKN. Dokumen tersebut dapat menambah kredit poin pembelajaran ASN.
Microsoft menegaskan bahwa program Microsoft Elevate tidak berorientasi bisnis semata. Inisiatif ini berada di bawah Microsoft Philanthropies. Fokus utamanya adalah pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan AI.
Secara global, Microsoft menargetkan pelatihan bagi 50 juta orang dalam lima tahun ke depan.
Sebelum Elevate berjalan, Microsoft telah menggelar berbagai program serupa. Dari inisiatif tersebut, sekitar 840.000 orang telah menerima pelatihan. Hingga akhir Desember tahun lalu, total peserta program Microsoft di Indonesia mencapai 1,5 juta orang.
Di sisi lain, tantangan literasi digital masih besar. Kepemilikan perangkat tidak selalu sejalan dengan pemahaman teknologi. Banyak masyarakat di daerah belum mengenal penggunaan email maupun perangkat komputer dasar.
Kondisi ini menunjukkan kesenjangan literasi digital masih lebar dan perlu perhatian serius.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






