Pemerintahan Donald Trump tengah mengkaji aturan ekspor AS yang lebih ketat terhadap teknologi semikonduktor mutakhir. Kebijakan ini mengusulkan syarat baru berupa komitmen investasi pusat data di Amerika Serikat bagi negara yang ingin memperoleh ekspor chip AI tercanggih.
Langkah tersebut akan memengaruhi distribusi prosesor mutakhir produksi Nvidia Corp. dan Advanced Micro Devices (AMD) Inc.. Pemerintah AS ingin memastikan rantai pasok semikonduktor global berada dalam kendali yang lebih kuat dan terukur.
Perumusan kebijakan dilakukan oleh United States Department of Commerce. Kerangka baru ini menandai perubahan arah dibanding strategi pada era Joe Biden. Sebelumnya, negara mitra dekat AS memperoleh kelonggaran dari pembatasan ekspor teknologi tinggi.
Menurut laporan Tom’s Hardware, tingkat pengawasan nantinya disesuaikan dengan jumlah pemesanan chip. Pemerintah menekankan perlunya keterlibatan negara pembeli secara langsung dalam aspek keamanan dan ekonomi.
Juru bicara Departemen Perdagangan AS menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga ekspor teknologi tetap aman. Namun, ia membantah anggapan bahwa kebijakan lama akan diberlakukan kembali. Kepada TechCrunch, ia menyebut regulasi terdahulu terlalu membebani dan tidak efektif.
Syarat Investasi dan Skema Pengawasan
Dalam draf aturan ekspor AS terbaru, negara yang mengajukan pengiriman minimal 200.000 unit chip wajib menanamkan investasi pada infrastruktur AI di wilayah AS. Opsi lain yang tersedia adalah penyediaan jaminan keamanan melalui kerja sama antar-pemerintah.
Untuk pembelian skala kecil, lisensi resmi tetap diwajibkan. Aturan ini berlaku bahkan untuk instalasi di bawah 1.000 unit chip. Eksportir juga harus melakukan pemantauan berkelanjutan guna mencegah penyalahgunaan teknologi.
Penerima chip dapat diminta memasang perangkat lunak pengendali khusus. Sistem ini mencegah chip dirangkai menjadi klaster komputasi besar tanpa izin otoritas AS. Sementara itu, pesanan hingga 100.000 unit tetap mensyaratkan jaminan government-to-government (G2G).
Instalasi yang mendekati ambang 200.000 unit berpotensi menjalani inspeksi langsung. Pejabat pengawas ekspor AS dapat melakukan kunjungan untuk memastikan kepatuhan penuh.
Kekhawatiran Industri dan Dampak Global
Mantan pejabat keamanan nasional, Saif Khan, menilai kebijakan ini dirancang untuk mencegah alih teknologi ke China. Ia menyebut kerangka tersebut dapat mendukung pengembangan superkomputer AI yang lebih aman.
Meski demikian, Khan mengingatkan bahwa cakupan lisensi berpotensi terlalu luas. Sejumlah pengamat juga menyoroti risiko pasar global. Pembeli internasional dikhawatirkan beralih ke pemasok non-AS demi menghindari prosedur birokrasi.
Hingga kini, pihak Advanced Micro Devices (AMD) Inc. dan White House belum menyampaikan pernyataan resmi. Nvidia Corp. juga menolak berkomentar terkait dampak kebijakan terhadap bisnisnya.
Ketidakpastian regulasi mulai memengaruhi dinamika pasar. Kinerja ekspor Nvidia ke pasar China dilaporkan terdampak. Detail kebijakan masih dapat berubah karena pembahasan berlangsung secara internal.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






