Amazon Tantang Rencana Konstelasi Satelit SpaceX yang Dinilai Tak Realistis

Satelit SpaceX
Sumber Foto : Canva

Amazon meminta regulator telekomunikasi Amerika Serikat untuk menolak proposal konstelasi satelit SpaceX yang dinilai terlalu spekulatif. Keberatan tersebut diajukan kepada Federal Communications Commission (FCC) melalui petisi setebal 17 halaman.

Unit satelit Amazon menilai rencana SpaceX membangun hingga satu juta satelit di orbit rendah Bumi tidak disertai rincian teknis yang memadai. Proposal itu dianggap belum memenuhi standar regulasi.

Divisi satelit Amazon yang kini dikenal sebagai Amazon Kuiper menyebut gagasan tersebut lebih menyerupai promosi ambisius dibanding rencana operasional yang realistis.

“Konstelasi satu juta satelit akan memerlukan waktu ratusan tahun, bahkan jika seluruh kapasitas peluncuran global digunakan,” tulis Amazon dalam dokumen resminya.

Kritik atas Ambisi Pusat Data Antariksa

Rencana konstelasi satelit SpaceX mencakup pembangunan jaringan pusat data berbasis luar angkasa. Satelit dirancang untuk memproses beban kerja kecerdasan artifisial dengan memanfaatkan energi surya dan suhu dingin ruang hampa sebagai sistem pendingin alami.

Namun, Amazon menilai konsep tersebut sebagai upaya menguasai sumber daya orbit tanpa komitmen implementasi yang jelas. Jika disetujui, langkah ini dikhawatirkan memicu monopoli orbit rendah dan membatasi akses operator lain.

Data peluncuran global memperkuat argumen tersebut. Sepanjang 2025, total satelit yang berhasil ditempatkan di orbit hanya mencapai 4.526 unit. Angka itu sudah menjadi rekor industri antariksa dunia.

Dengan usia pakai rata-rata lima tahun, SpaceX diperkirakan harus mengganti sekitar 200.000 satelit per tahun. Kebutuhan ini dinilai sangat membebani dari sisi logistik maupun biaya operasional.

Ketimpangan Armada dan Kekhawatiran Global

Saat ini, kesenjangan jumlah satelit antaroperator terlihat signifikan. Starlink milik Elon Musk dilaporkan mengoperasikan lebih dari 9.900 satelit aktif.

Sebaliknya, armada Amazon Kuiper baru mencapai sekitar 200 satelit.

Analis dari Gartner turut mengkritik keras gagasan pusat data antariksa. Mereka menyebutnya sebagai ide yang tidak ekonomis untuk memenuhi kebutuhan komputasi di Bumi.

Meski demikian, Elon Musk tetap melanjutkan visinya. Ia mengandalkan roket Starship serta rencana pembangunan fasilitas manufaktur di Bulan. Target jangka panjangnya adalah mendukung peradaban Tipe II yang memanfaatkan energi skala kosmik.

Penolakan terhadap proposal tersebut tidak hanya datang dari Amazon. American Astronomical Society dan perusahaan satelit Viasat juga menyampaikan keberatan serupa.

Mereka menyoroti risiko gangguan observasi astronomi serta potensi polusi atmosfer akibat peluncuran masif. Kekhawatiran ini memperkuat desakan agar FCC tidak memberikan persetujuan.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *