Perusahaan minuman keras asal Meksiko, Becle, memperkirakan kinerja pada 2026 akan tertekan. Produsen tequila terbesar dunia ini menghadapi tantangan akibat restrukturisasi AS dan penurunan konsumsi di pasar utama. Kondisi tersebut membuat prospek Becle 2026 dinilai lebih lemah dibanding tahun sebelumnya.
Becle, pemilik merek ternama seperti Jose Cuervo, menyebut 2026 sebagai tahun transisi. Perubahan strategi distribusi di Amerika Serikat menjadi faktor utama yang memengaruhi proyeksi penjualan.
Restrukturisasi AS Tekan Penjualan
Manajemen Becle memutuskan mengakhiri kerja sama dengan distributor utama mereka di Amerika Serikat. Langkah ini berdampak pada distribusi produk, terutama di negara bagian California. Proses restrukturisasi AS tersebut diperkirakan menimbulkan gangguan sementara pada pengiriman dan penyesuaian persediaan.
Perusahaan memperkirakan nilai penjualan bersih akan turun pada kisaran satu digit rendah pada 2026, setelah disesuaikan dengan dampak nilai tukar. Penurunan ini terutama dipicu melemahnya kinerja di kawasan Amerika Utara.
Pada kuartal akhir 2025, penjualan di wilayah tersebut tercatat turun signifikan. Situasi ini memberi tekanan pada laba dan harga saham perusahaan. Meski demikian, manajemen menyatakan perubahan distribusi penting untuk memperkuat fondasi bisnis jangka panjang.
Permintaan Melemah dan Efisiensi Belanja Modal
Selain dampak restrukturisasi AS, perusahaan juga menghadapi penurunan permintaan minuman beralkohol di Amerika Serikat. Perubahan preferensi konsumen menjadi salah satu penyebabnya. Sebagian konsumen mulai beralih ke gaya hidup lebih sehat atau memilih alternatif hiburan lain.
Impor tequila ke Amerika Serikat bahkan tercatat turun cukup tajam sepanjang 2025. Kondisi ini memperkuat proyeksi Becle 2026 yang lebih konservatif.
Untuk menjaga stabilitas keuangan, Becle menurunkan anggaran belanja modal pada 2026 menjadi sekitar 90–110 juta dolar AS. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rencana belanja pada 2025. Perusahaan juga berupaya menjaga margin keuntungan dengan tidak melakukan diskon agresif.
Di luar Amerika Utara, kinerja penjualan masih mencatat pertumbuhan. Namun, kontribusinya belum mampu menutup penurunan dari pasar utama. Penguatan peso Meksiko turut memengaruhi hasil konversi pendapatan dalam dolar AS.
Manajemen tetap optimistis bahwa setelah fase restrukturisasi selesai, kinerja di Amerika Serikat dapat kembali membaik pada 2027. Tahun 2026 diharapkan menjadi masa penyesuaian sebelum perusahaan kembali ke jalur pertumbuhan.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






