Saham Stellantis Merosot Setelah Catat Kerugian Besar dari EV

kerugian EV Stellantis
Sumber Foto : Canva

Harga saham Stellantis jatuh drastis setelah perusahaan mengumumkan kerugian besar terkait kendaraan listrik (EV). Penurunan ini memicu kepanikan di pasar dan menekan nilai kapitalisasi perusahaan secara signifikan.

Pada perdagangan terbaru, saham Stellantis turun lebih dari 20%, bahkan sempat menyentuh titik terendah beberapa tahun terakhir di bursa Eropa. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap skala kerugian yang jauh melampaui prediksi awal.

Kerugian dan Penyesuaian Strategi EV

Perusahaan mengakui kerugian sekitar €22,2 miliar (setara US$26,5 miliar) untuk paruh kedua 2025. Angka ini sebagian besar berasal dari penyesuaian strategi kendaraan listrik, termasuk membatalkan beberapa model dan menyesuaikan rencana produksi agar sesuai dengan permintaan pasar yang nyata.

Langkah ini juga mencakup:

  • Evaluasi ulang produk EV yang dinilai tidak sesuai kebutuhan konsumen.
  • Penyesuaian rantai pasok dan biaya operasional EV.
  • Pengelolaan kewajiban garansi dan restrukturisasi internal.

Perusahaan menyebut beberapa biaya akan dialokasikan secara bertahap selama beberapa tahun mendatang untuk menjaga stabilitas keuangan.

Stellantis menjelaskan bahwa penyesuaian ini diperlukan karena permintaan pasar tidak secepat proyeksi awal. Fokus kini kembali pada kombinasi kendaraan listrik, hibrida, dan mesin konvensional, sehingga strategi EV lebih realistis dan sesuai kebutuhan pelanggan.

Dampak Keuangan dan Prospek

Selain menekan harga saham, perusahaan juga menunda pembayaran dividen tahun ini untuk memperkuat neraca keuangan. Penerbitan obligasi subordinasi juga disiapkan sebagai langkah antisipatif. Laporan keuangan lengkap untuk 2025 dijadwalkan rilis akhir Februari 2026.

Penurunan saham Stellantis menunjukkan tantangan industri otomotif di tengah transisi teknologi dan meningkatnya persaingan dari produsen EV global. Analis menekankan bahwa adaptasi strategi yang tepat sangat penting agar perusahaan tetap kompetitif.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *