BlueScope Steel, raksasa industri baja asal Australia, menolak tawaran pengambilalihan senilai A$13,2 miliar (sekitar US$8,9 miliar) dari konsorsium yang dipimpin SGH Limited dan Steel Dynamics. Penolakan ini diumumkan pada Rabu (7/1/2026) dan menjadi yang keempat kalinya manajemen menolak tawaran serupa sejak akhir 2024.
Menurut pihak BlueScope, harga yang ditawarkan terlalu rendah dan tidak mencerminkan nilai fundamental perusahaan. “Tawaran ini jelas meremehkan nilai BlueScope,” ujar Jane McAloon, Ketua Dewan Direksi. “Kami telah menolak empat kali karena percaya perusahaan lebih berharga dari angka yang diajukan.”
Di pasar saham, kabar ini membuat saham BlueScope tetap stabil, ditutup naik tipis 1,12% menjadi A$29,87 per saham, sedikit di bawah tawaran A$30 per saham yang diajukan konsorsium.
Strategi Tawaran dan Respon Investor
Tawaran takeover ini sebagian besar dibiayai melalui utang, padahal laporan keuangan BlueScope menunjukkan perusahaan hampir bebas utang bersih. Dewan perusahaan menekankan, perhitungan harga efektif per saham bisa lebih rendah dari A$30 setelah mempertimbangkan pembayaran dividen di masa depan.
SGH Limited, yang dikendalikan miliarder Australia Kerry Stokes, direncanakan membeli BlueScope, lalu beberapa asetnya di Amerika Utara akan dijual ke Steel Dynamics. Meski harga saham mendekati tawaran, beberapa investor menilai nilai yang diajukan masih belum cukup.
Jamie Hannah, wakil kepala investasi di VanEck, menambahkan, “Minat terhadap BlueScope memang tinggi, tapi valuasi harus realistis agar pemegang saham mendukung transaksi ini.”
Investor terbesar BlueScope, AustralianSuper, yang menguasai 12,5% saham, memilih tidak berkomentar secara resmi. Dukungan dari investor institusi seperti AustralianSuper biasanya menjadi penentu keberhasilan tawaran pengambilalihan, mengingat pengaruhnya cukup signifikan di pasar Australia.
Penolakan yang Strategis
Penolakan tawaran ini menunjukkan strategi BlueScope untuk menjaga nilai perusahaan dan kepentingan pemegang saham. Manajemen menegaskan akan terus mengevaluasi opsi terbaik, termasuk kemungkinan penawaran yang lebih tinggi atau alternatif pertumbuhan internal.
Keputusan ini juga mempertegas peran investor institusi dalam menentukan arah perusahaan besar di Australia, seperti yang pernah terlihat ketika AustralianSuper menolak tawaran A$10,6 miliar untuk Origin Energy pada 2023 karena dianggap undervalued.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.






