Saham Broadcom Anjlok, Kekhawatiran Profit AI Meningkat

saham Broadcom
Sumber Foto : Canva

Saham Broadcom (AVGO) turun lebih dari 11% pada perdagangan Jumat setelah perusahaan memperingatkan bahwa peningkatan penjualan prosesor AI khusus dengan margin lebih rendah menekan profitabilitas. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran investor mengenai potensi keuntungan bisnis di sektor AI yang lebih kecil dari perkiraan.

Peringatan margin ini muncul sehari setelah Oracle mengalami penurunan 10,8% karena tingginya belanja modal untuk membangun infrastruktur AI berbasis utang. Investor semakin memperhatikan pengeluaran besar perusahaan teknologi untuk AI, terutama setelah rally saham teknologi yang mendorong beberapa valuasi ke level tertinggi.

Potensi AI dan Kontrak Besar Masih Menjadi Daya Tarik

Meskipun ada tekanan harga saham, analis menilai prospek AI tetap positif. Saham perusahaan chip yang terkait teknologi ini diperkirakan akan mencatat pertumbuhan signifikan karena industri mengalokasikan ratusan miliar dolar untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Broadcom sendiri telah mengamankan kontrak besar, termasuk $21 miliar dari Anthropic untuk prosesor khusus Ironwood Google dalam dua kuartal terakhir. Meski turun pada hari Jumat, saham Broadcom masih naik lebih dari 57% sepanjang tahun.

Perusahaan memperkirakan margin akan tetap tertekan sepanjang tahun karena proporsi pendapatan AI yang meningkat. Dengan backlog kontrak sebesar $73 miliar yang akan dikirim selama 18 bulan ke depan, Broadcom masih menunjukkan fundamental kuat.

Analisis Morningstar menyebutkan bahwa penurunan saham terkait kekhawatiran dilusi margin akibat chip AI, namun prosesor ini tetap memberikan kontribusi positif pada margin operasi perusahaan.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *