Optimisme pelaku usaha di Jepang terus menguat menjelang akhir 2025. Survei terbaru Bank of Japan (BOJ) menunjukkan sentimen produsen besar mencapai level tertinggi dalam empat tahun, mempertegas ekspektasi pasar bahwa bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga BOJ dalam waktu dekat.
Berdasarkan survei tankan BOJ yang dirilis Senin (15/12/2025), indeks sentimen bisnis Jepang untuk produsen besar naik ke level +15. Posisi ini meningkat dibandingkan +14 pada September dan sejalan dengan perkiraan median pasar. Capaian tersebut menjadi perbaikan selama tiga kuartal berturut-turut, sekaligus level tertinggi sejak Desember 2021.
Sektor Usaha Tahan Tekanan Global
Penguatan sentimen tidak hanya terjadi di sektor manufaktur. Indeks sentimen pelaku usaha non-manufaktur besar tercatat di level +34, relatif stabil dibandingkan kuartal sebelumnya dan mendekati ekspektasi pasar.
Ekonom senior Sompo Institute Plus, Masato Koike, menilai hasil survei ini memperkuat pandangan mayoritas investor. Menurutnya, kecuali terjadi guncangan besar pada ekonomi atau pasar keuangan, BOJ berpeluang melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya pada bulan ini.
Keyakinan dunia usaha juga tercermin dari rencana investasi. Perusahaan besar Jepang berencana menaikkan belanja modal sebesar 12,6% pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026, sedikit di atas proyeksi median pasar sebesar 12%.
Harga Naik, Risiko Masih Membayangi
Sumber yang mengetahui arah kebijakan BOJ menyebutkan kepada Reuters bahwa bank sentral mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan jangka pendek menjadi 0,75% dari 0,5% dalam rapat 18–19 Desember.
Rencana tersebut didukung oleh meredanya kekhawatiran dampak tarif Amerika Serikat terhadap ekonomi Jepang yang bertumpu pada ekspor. Survei tankan juga menunjukkan perusahaan besar berhasil menaikkan harga jual pada kuartal keempat dan memperkirakan tren tersebut berlanjut dalam tiga bulan ke depan, seiring permintaan yang tetap solid.
Meski demikian, pelaku usaha memperkirakan kondisi bisnis akan menghadapi tekanan dalam tiga bulan mendatang. Pejabat BOJ menilai tingkat ketidakpastian masih tinggi, terutama terkait kekurangan tenaga kerja serta potensi pelemahan konsumsi akibat kenaikan harga.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.






