Saham Palantir Technologies dibuka menguat hampir 9% pada perdagangan Selasa (5/8) setelah perusahaan kembali menaikkan proyeksi pendapatan tahunannya untuk 2025. Lonjakan ini didorong permintaan layanan AI Palantir yang terus meningkat, baik dari pemerintah maupun klien swasta.
Permintaan AI dan Kontrak Besar Pemerintah
Nama Palantir semula kurang dikenal dibanding raksasa teknologi seperti Google atau Microsoft. Namun, pamornya melejit setelah mengamankan sejumlah kontrak besar dari pemerintahan Donald Trump. Produk utama Palantir, yakni perangkat analisis data dan software pertahanan, kini menjadi incaran karena relevan dengan kebutuhan pertahanan modern.
Investor menaruh harapan besar pada bisnis ini, terutama di tengah besarnya anggaran pertahanan AS. Dalam tiga tahun terakhir, harga saham Palantir melesat lebih dari 600% dan sepanjang 2025 menjadi salah satu emiten dengan kinerja terbaik, bahkan mengalahkan Nvidia, IBM, Microsoft, hingga Lockheed Martin.
Valuasi Tinggi, tapi Optimisme Masih Kuat
Meski demikian, sejumlah analis menyoroti valuasi Palantir yang dianggap terlalu tinggi. Saham perusahaan ini diperdagangkan lebih dari 200 kali estimasi pendapatan 12 bulan ke depan, jauh di atas Nvidia yang hanya sekitar 34 kali. Hal ini membuat Palantir tercatat sebagai perusahaan paling mahal di indeks S&P 500.
Walau begitu, analis tetap menilai Palantir sebagai mitra penting dalam revolusi AI. Wedbush memperkirakan kapitalisasi pasar Palantir berpotensi menembus triliunan dolar dalam beberapa tahun mendatang. Saat ini, nilai pasarnya mencapai US$411,05 miliar dan menempatkannya di posisi ke-23 perusahaan paling bernilai di dunia.
Pertumbuhan Pendapatan Pemerintah AS
Palantir juga mendapat dorongan besar dari kontrak pemerintah. Tahun ini, perusahaan memperoleh kontrak senilai US$30 juta dari Imigrasi dan Bea Cukai (ICE), serta kesepakatan jangka panjang dengan Angkatan Darat AS senilai US$10 miliar.
Pada kuartal II-2025, penjualan Palantir ke pemerintah AS tumbuh 53% menjadi US$426 juta. Angka itu menyumbang lebih dari 42% dari total pendapatan kuartalan sekitar US$1 miliar.
Analis Hargreaves Lansdown menilai pertumbuhan Palantir belum menunjukkan tanda perlambatan. Kemampuan perusahaan untuk ekspansi skala besar masih sering diremehkan pasar.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.






