Gadai Swasta Kian Menjamur, Pegadaian Hadapi Kolaborasi dan Persaingan

pertumbuhan gadai swasta
Sumber Foto : Canva

Industri pergadaian di Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan, khususnya dari sisi jumlah pemain gadai swasta. Hingga Mei 2025, jumlah perusahaan gadai swasta tercatat mencapai 200 entitas, menunjukkan adanya peningkatan 38 pemain dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan gadai swasta terus berlanjut di tengah pasar yang semakin kompetitif.

PT Pegadaian saat ini menjadi satu-satunya perusahaan gadai milik negara. Meski menghadapi banyak kompetitor baru, perusahaan ini tetap mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar dengan kontribusi penyaluran pinjaman mencapai 96,59% dari total industri per Mei 2025, atau sekitar Rp103,36 triliun. Artinya, porsi pasar industri pergadaian yang dikuasai swasta masih di bawah 5%.

Modal Ringan dan Potensi Laba Jadi Daya Tarik

Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan pemain baru di industri ini adalah kemudahan permodalan dan prospek keuntungan yang lebih menarik dibanding sektor pembiayaan lainnya. Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 39 Tahun 2024, pendirian perusahaan gadai swasta hanya membutuhkan modal disetor minimum Rp2 miliar untuk cakupan wilayah kabupaten/kota, Rp8 miliar untuk provinsi, dan Rp100 miliar jika ingin beroperasi secara nasional.

Direktur PT Sarana Gadai Prioritas, Bernard Simonangkir, menyatakan bahwa walaupun laba terkoreksi, bisnis gadai tetap menunjukkan kinerja positif secara industri. “Industri ini masih lebih menguntungkan dan relatif aman dibandingkan sektor keuangan secara umum,” jelasnya. Tercatat, laba bersih setelah pajak perusahaan gadai swasta konvensional pada kuartal I/2025 mencapai Rp17,88 miliar, meski turun 47,36% secara tahunan. Di sisi lain, pendapatan tumbuh 24% YoY menjadi Rp355,31 miliar, namun diiringi lonjakan beban sebesar 33,34% menjadi Rp335,64 miliar.

Pegadaian: Transformasi dan Edukasi Jadi Kunci Hadapi Kompetisi

Menanggapi pertumbuhan signifikan dari para pemain baru, Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyatakan bahwa perusahaannya menyikapi perkembangan ini sebagai peluang sekaligus tantangan. “Kami memandang ini sebagai kolaborasi dan kompetisi. Di satu sisi, ada potensi bekerja sama untuk memperluas dan mengedukasi pasar, namun di sisi lain kami juga harus menjaga posisi sebagai pilihan utama nasabah,” ujarnya.

Menurut Damar, meningkatnya jumlah pemain membuktikan bahwa pasar industri pergadaian masih sangat relevan dan memiliki permintaan tinggi dari masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan evaluasi internal, baru sepertiga masyarakat Indonesia yang benar-benar memahami produk gadai. Artinya, masih ada dua pertiga pasar potensial yang dapat dijangkau melalui edukasi bersama, baik oleh Pegadaian maupun perusahaan swasta lainnya.

Transformasi layanan dan inovasi produk disebut sebagai langkah strategis yang sedang dijalankan Pegadaian untuk memperkuat posisi di tengah pertumbuhan gadai swasta. “Kami semakin terdorong untuk proaktif dalam mengembangkan bisnis serta memperkenalkan produk kami secara lebih luas,” tutup Damar.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : bisnis.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *