Bazar Buku Bali Diminati di Tengah Lesunya Toko Buku Fisik

Tingginya antusiasme terhadap bazar buku Bali menunjukkan bahwa minat baca masyarakat masih tetap terjaga, meski toko buku fisik kian berkurang. Masyarakat, khususnya pegiat literasi, kini lebih banyak berburu buku melalui event seperti Big Bad Wolf (BBW) Books yang rutin diselenggarakan di Bali setiap tahun.

Event buku internasional ini selalu menarik ribuan pengunjung. Fenomena ini berbanding terbalik dengan kondisi toko buku di Bali yang mengalami penurunan signifikan. Dalam lima tahun terakhir, sejumlah toko buku besar di Denpasar telah menutup sebagian besar cabangnya. Bahkan, di Singaraja—yang dikenal sebagai Kota Pendidikan—sudah tidak ada lagi toko buku referensi yang beroperasi.

Bazar Buku Jadi Alternatif Masyarakat Bali dalam Akses Buku Berkualitas

Direktur BBW Indonesia, Marthius Wandi Budianto, menilai bahwa minat baca masyarakat Bali masih tergolong tinggi. Namun, seiring perkembangan zaman, masyarakat kini mencari pengalaman baru dalam mengakses buku. Bazar buku dianggap mampu memenuhi kebutuhan itu karena menawarkan koleksi yang lebih luas, variatif, dan berkualitas.

Menurut Marthius, sejak BBW hadir di Bali pada 2024, ribuan pengunjung selalu memadati lokasi acara. Ia menegaskan bahwa hal ini menjadi indikator bahwa budaya membaca masih hidup di tengah masyarakat Bali. Dengan keberagaman budaya lokal dan kehadiran turis mancanegara, Bali dinilai sebagai lokasi yang subur untuk tumbuhnya budaya literasi.

BBW Bali 2025 akan kembali digelar pada 31 Juli hingga 10 Agustus, membawa lebih dari 1 juta buku dari berbagai kategori. Mulai dari buku anak bergambar, board book, fiksi populer, hingga buku pengembangan diri—dalam Bahasa Inggris dan Indonesia. Selain menyasar ekspatriat dan wisatawan asing, BBW juga berharap dapat menjangkau anak-anak Bali untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini.

Marthius optimistis bahwa buku fisik akan tetap memiliki tempat di tengah maraknya penggunaan gawai digital. Ia percaya, melalui bazar buku, anak-anak dan orang dewasa tetap bisa menemukan kesenangan membaca dalam bentuk cetak.

Membaca sebagai Gerakan Global dan Jembatan Antarbudaya

Andrew Yap, pendiri Big Bad Wolf Books, menambahkan bahwa gerakan ini telah menjangkau lebih dari 50 kota di 17 negara. BBW tidak hanya hadir untuk masyarakat lokal, tetapi juga bagi wisatawan dari berbagai belahan dunia yang datang ke Bali.

“Melalui buku, kita dapat menjembatani berbagai latar belakang budaya dan menyatukannya melalui imajinasi, inspirasi, dan pengetahuan,” ujar Yap.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : bisnis.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *