Penurunan Pengiriman Tesla 14%: Persaingan dan Polemik Politik Jadi Sorotan

Penurunan pengiriman Tesla
Sumber Foto : Freepik

Tesla melaporkan penurunan pengiriman kendaraan sebesar 14% pada kuartal kedua 2025, dengan total hanya sekitar 384.000 unit yang berhasil dikirimkan selama April hingga Juni. Ini merupakan penurunan kuartalan kedua secara berturut-turut, mengindikasikan tekanan yang terus berlanjut bagi produsen mobil listrik tersebut.

Analis menilai bahwa penurunan pengiriman Tesla ini tidak lepas dari meningkatnya persaingan, terutama dari produsen asal Tiongkok seperti BYD. Selain itu, keterlibatan Elon Musk dalam pemerintahan Amerika Serikat juga disebut turut mempengaruhi performa perusahaan.

Kontroversi Politik dan Dampaknya pada Tesla

Musk sebelumnya ditunjuk sebagai kepala efisiensi pemerintahan oleh mantan Presiden Donald Trump, namun posisinya menuai kritik. Setelah mundur, hubungan antara keduanya justru memburuk. Musk secara terbuka menentang paket belanja besar yang didorong oleh Gedung Putih, terutama karena berisi penghapusan insentif bagi pembelian kendaraan listrik.

Trump menanggapi kritik tersebut dengan ancaman, termasuk kemungkinan mencabut subsidi yang diterima oleh perusahaan-perusahaan milik Musk. Bahkan, ia sempat menyebutkan bahwa lembaga ad-hoc bernama DOGE (Departemen Efisiensi Pemerintah) bisa dimanfaatkan untuk meninjau ulang dana publik yang mengalir ke Tesla dan perusahaan lain milik Musk.

“Elon mungkin menerima subsidi lebih besar daripada siapa pun dalam sejarah,” tulis Trump di media sosial. Musk membalas pernyataan itu dengan tegas, “Saya benar-benar bilang, POTONG SEMUA. Sekarang juga.”

Harapan dari Robotaksi dan Stimulus Pajak

Meskipun angka pengiriman turun, sebagian analis tetap optimistis. Gene Munster dari Deepwater Asset Management menilai bahwa penurunan 14% ini mungkin sudah mencapai titik terendah. Ia memprediksi penurunan 10% pada kuartal ketiga dan stagnan di akhir tahun.

Munster juga menyebut bahwa ketidakpastian seputar insentif pajak kendaraan listrik di AS bisa mendorong lonjakan pembelian dalam waktu dekat. Di sisi lain, upaya Tesla untuk mengembangkan robotaksi—yang baru saja diuji coba di Austin, Texas—dinilai sebagai elemen penting dalam pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

“Selama dua tahun ke depan, investor akan tetap percaya pada Tesla selama teknologi otonomnya menunjukkan kemajuan yang jelas,” ujarnya.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : bbcnews.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *