Len Industri Siap Dorong TKDN Lewat Transfer Teknologi Pertahanan

Teknologi Pertahanan
Sumber Foto : Freepik

PT Len Industri (Persero) menyatakan siap memperluas transfer produksi industri di dalam negeri. Langkah ini untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada berbagai sistem pertahanan nasional.

Direktur Utama PT Len Industri, Joga Dharma Setiawan, menyebut bahwa perusahaannya menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Arahan tersebut menekankan pentingnya produksi lokal, bukan sekadar pembelian. “Kami siap menjalankan arahan Presiden agar lebih banyak melakukan transfer produksi di dalam negeri,” ujarnya di Jakarta, Sabtu.

Komitmen pada Teknologi Pertahanan Nasional

Sejak awal 2000-an, PT Len Industri mulai mengembangkan teknologi pertahanan dalam negeri. Fokus awalnya adalah perangkat komunikasi dan sistem elektronik. Kini, perusahaan memperluas kiprah ke radar, sensor, dan sistem komando modern seperti C4ISR.

Len Industri kini memproduksi dan mengintegrasikan berbagai sistem strategis. Mulai dari radar dan sensor, jaringan komunikasi aman, sistem kendali (C4ISR), hingga UAV (drone) taktis. Sistem-sistem ini dirancang untuk interoperabilitas dan pemantauan real-time.

“Kami hadir di berbagai lini: darat, laut, udara, luar angkasa, hingga siber,” jelas Joga. Menurutnya, membangun sistem pertahanan yang mandiri adalah bagian penting dari kedaulatan nasional. Karena itu, sebagai BUMN teknologi, keterlibatan mereka di sektor ini adalah panggilan strategis.

Target Ekspor dan Peran Holding DEFEND ID

Setelah bergabung dalam holding DEFEND ID, PT Len Industri menargetkan peningkatan kontribusi terhadap belanja pertahanan nasional. Perusahaan juga berambisi mencapai kemandirian teknologi pada radar, sistem kendali, dan komunikasi.

Dalam waktu dekat, mereka menargetkan ekspor sistem pertahanan ke berbagai negara berkembang. Fokus utama adalah solusi militer yang andal, namun tetap ekonomis. Target ekspor ditetapkan sebesar 10–20 persen dari total pendapatan.

Beberapa langkah awal telah dilakukan. Misalnya, ekspor sistem persinyalan kereta api ke Bangladesh. Perusahaan juga mengembangkan radar sipil dan pertahanan untuk negara-negara sahabat.

Menurut Joga, dinamika geopolitik saat ini menciptakan peluang besar. Negara-negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika terus memperkuat sektor pertahanannya. “Kami melihat peluang untuk mengekspor sistem komunikasi, radar, dan UAV ke negara-negara yang membutuhkan solusi efisien,” pungkasnya.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : antaranews.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *