Industri Kripto Perketat Keamanan Data Imbas Maraknya Jual Beli Akun

jual beli akun kripto
Sumber Foto : Freepik

Industri kripto di Indonesia mulai memperketat perlindungan data pribadi pengguna. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya praktik jual beli akun kripto terverifikasi (KYC) yang marak beredar di media sosial.

Akun-akun tersebut kerap digunakan untuk aktivitas yang melanggar hukum. Mulai dari penipuan, pencucian uang, hingga kejahatan digital lainnya yang merugikan pengguna dan platform.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyampaikan bahwa pihaknya menerima banyak laporan terkait praktik ilegal tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur menjual atau membeli akun kripto. Hindari pula jasa verifikasi KYC ilegal. Aktivitas ini sangat berisiko terhadap keamanan data pribadi,” ujarnya di Jakarta.

Jual Beli Akun Kripto: Celah bagi Kejahatan Digital

Praktik jual beli akun kripto menjadi salah satu celah yang dimanfaatkan pelaku kejahatan siber. Mereka mencari akun yang telah lolos verifikasi identitas untuk kemudian digunakan dalam transaksi mencurigakan.

Selain itu, peretasan dompet digital (e-wallet) juga meningkat. Dana hasil pembobolan kerap disalurkan ke akun exchange yang telah dibeli secara ilegal.

Phishing melalui pesan instan pun semakin marak. Pelaku menyamar sebagai lembaga resmi dan menyebarkan tautan berbahaya untuk mencuri data pengguna.

Pertumbuhan industri kripto dan fintech yang pesat sayangnya belum diimbangi dengan literasi digital yang merata. Kondisi ini membuat banyak pengguna rentan menjadi korban.

Berdasarkan data dari CekRekening.id milik Kominfo, ada lebih dari 572.000 laporan ITE dari 2017 hingga 2024. Sekitar 528.415 kasus berkaitan langsung dengan penipuan transaksi online.

Tokocrypto Perkuat Sistem Keamanan dan Edukasi Pengguna

Tokocrypto, yang telah beroperasi sejak 2018, memperkuat sistem keamanan melalui verifikasi akun (KYC) yang ketat. Selain itu, platform ini juga menerapkan pemantauan transaksi secara real-time dan autentikasi dua faktor (2FA).

Pihaknya juga bekerja sama dengan penyedia verifikasi identitas resmi dan aparat penegak hukum. Kerja sama ini penting untuk mencegah dan menindak akun yang digunakan untuk aktivitas ilegal.

“Kami melakukan identifikasi terhadap akun-akun yang mencurigakan. Kami juga terus menjalin kolaborasi untuk menindaklanjuti laporan pengguna,” kata Calvin.

Tokocrypto meyakini bahwa penguatan sistem keamanan saja tidak cukup. Karena itu, mereka juga fokus pada edukasi publik.

Pengguna diajak untuk lebih waspada terhadap phishing, menjaga data pribadi, dan tidak menggunakan jasa ilegal yang menawarkan bypass KYC.

Menuju Ekosistem Kripto yang Lebih Aman dan Terpercaya

Sinergi antara pelaku industri, regulator, dan masyarakat diperlukan agar ekosistem kripto Indonesia tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

“Kami ingin membangun industri yang aman, transparan, dan dipercaya masyarakat luas,” tutup Calvin.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : antaranews.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *