KFC mengumumkan rencana besar untuk lima tahun ke depan. Perusahaan akan menginvestasikan £1,49 miliar atau sekitar Rp28 triliun di Inggris dan Irlandia. Investasi ini dilakukan seiring meningkatnya permintaan terhadap ayam goreng siap saji.
Langkah ini juga menjadi bagian dari perayaan 60 tahun KFC di Inggris. Perusahaan akan membuka 500 gerai baru dan memperbarui lebih dari 200 gerai yang sudah ada. Fokus pembangunan akan ditujukan pada wilayah strategis seperti Inggris barat laut.
KFC, yang dulu dikenal sebagai Kentucky Fried Chicken, akan mengalokasikan sekitar £466 juta untuk membangun gerai baru. Sebagian besar gerai akan berkonsep drive-thru, yang kini kian diminati pelanggan.
Sementara itu, lebih dari 200 restoran akan direnovasi. Ini mencakup sekitar 20% dari total 1.000 gerai yang ada di Inggris dan Irlandia. Pembaruan ini diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan pengunjung dan efisiensi operasional.
7.000 Pekerjaan Baru dan Dukungan ke Mitra Pemasok
Ekspansi ini diperkirakan akan menciptakan lebih dari 7.000 lapangan kerja. Posisi yang ditawarkan mencakup manajer restoran, staf dapur, petugas layanan pelanggan, hingga peran baru seperti guest experience lead.
Untuk program perekrutan ini, KFC akan menganggarkan dana sebesar £583 juta. Selain itu, £404 juta akan digunakan untuk memperkuat hubungan jangka panjang dengan para pemasok.
Rob Swain, General Manager KFC wilayah Inggris dan Irlandia, menyebut permintaan ayam goreng saat ini berada di titik tertinggi. “Kami belum pernah melihat permintaan sekuat ini sebelumnya,” ujarnya.
Pasar Ayam Goreng Terus Bertumbuh
KFC memperkirakan pasar ayam goreng di Inggris bernilai £3,1 miliar per tahun. Nilai ini terus meningkat seiring masuknya pemain baru seperti Popeyes, Wingstop, Dave’s Hot Chicken, dan Slim Chickens.
Meski kompetisi makin ketat, Swain tetap optimis. “Kami telah melayani pelanggan di Inggris selama 60 tahun. Sekarang saatnya kami membuka peluang lebih besar,” ungkapnya.
Sektor Kuliner Masih Punya Harapan
Investasi KFC membawa angin segar bagi sektor kuliner. Di tengah kekhawatiran atas kenaikan pajak dan upah minimum, pengumuman ini menunjukkan potensi sektor makanan cepat saji dalam membuka lapangan kerja dan memacu pertumbuhan.
CEO UKHospitality, Kate Nicholls, menyebut langkah KFC sebagai bukti nyata. “Industri perhotelan dan kuliner bisa menciptakan tempat tinggal dan kerja yang menarik. Investasi ini akan mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi,” katanya.
Saat ini, KFC dan 27 mitra waralabanya mempekerjakan 33.500 orang di Inggris dan Irlandia. Jumlah ini akan terus bertambah berkat rencana ekspansi jangka panjang.
Baca Artikel Lainnya di Sini:
Ingin tahu lebih banyak tentang strategi bisnis global dan tren pemasaran digital terkini?
Lihat artikel pilihan lainnya di roledu.com/artikel
Sumber : theguardian.com






