Dalam rapat umum tahunan yang digelar baru-baru ini, Amazon.com Inc. kembali menolak seluruh usulan dari pemegang saham eksternal. Delapan resolusi yang diajukan, termasuk isu lingkungan dan pengembangan kecerdasan buatan (AI), gagal mendapatkan suara mayoritas untuk disahkan.
Para pemegang saham menyetujui kembali 12 anggota dewan direksi dan menyetujui paket kompensasi eksekutif yang diusulkan. Seperti tahun sebelumnya, Amazon merekomendasikan agar para investor menolak semua usulan yang diajukan oleh pemegang saham independen. Tahun lalu, terdapat 14 resolusi serupa yang semuanya juga ditolak.
Isu Lingkungan dan AI Jadi Sorotan
Beberapa proposal yang ditolak tahun ini mencakup permintaan transparansi lebih lanjut mengenai emisi karbon Amazon secara keseluruhan, dampak iklim dari pusat data perusahaan, serta penggunaan plastik dalam kemasan produk. Meski demikian, pihak Amazon menyatakan bahwa laporan yang sudah mereka publikasikan saat ini dinilai cukup, dan perusahaan terus berupaya mengurangi dampak lingkungannya.
Isu lain yang mencuat adalah mengenai pengembangan AI. Dua usulan terpisah diajukan untuk meninjau struktur dewan direksi terkait pengembangan AI yang lebih bertanggung jawab, serta penyusunan laporan tentang cara perusahaan mengumpulkan dan menggunakan data AI. Namun, keduanya juga tidak mendapatkan dukungan yang cukup. Amazon menegaskan bahwa mereka telah menjadi pemimpin dalam pengembangan AI secara etis dan tidak melihat perlunya perubahan kebijakan saat ini.
Salah satu resolusi lainnya mengusulkan kebijakan untuk memisahkan peran CEO dan Ketua Dewan secara permanen. Saat ini, posisi CEO dijabat oleh Andy Jassy, sementara Jeff Bezos tetap menjadi ketua dewan. Meski struktur tersebut sudah berjalan, usulan untuk menjadikannya kebijakan tetap juga ditolak.
Pemegang saham juga menolak resolusi untuk membuat laporan tentang potensi risiko dari sistem periklanan Amazon agar lebih netral secara politik, serta proposal yang menyoroti kondisi kerja di gudang, isu yang terus menjadi sorotan publik.
Dalam sesi tanya jawab, CEO Andy Jassy mengatakan bahwa tarif impor dari era pemerintahan Trump tidak berdampak signifikan terhadap penjualan. Ia juga menyampaikan bahwa belum terlihat adanya kenaikan harga jual rata-rata karena penjual di platform Amazon memiliki kebebasan menetapkan harga.
Hasil lengkap pemungutan suara akan diumumkan dalam laporan resmi yang diajukan ke otoritas sekuritas. Pada hari rapat, saham Amazon tercatat turun kurang dari 1%, menjadi $203,20.
Baca artikel menarik lainnya di sini:
Eksplorasi isu-isu terbaru seputar bisnis digital, teknologi, dan etika korporat di roledu.com/artikel
Sumber : reuters.com






