Perusahaan ritel pakaian olahraga global, Nike, mengonfirmasi bahwa mereka telah mengurangi jumlah karyawan di divisi teknologinya. Langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian strategi internal yang mencakup alih daya sebagian pekerjaan ke vendor pihak ketiga. Informasi ini disampaikan perwakilan Nike melalui email kepada Reuters pada hari Senin (20/5).
Meskipun tidak diungkapkan secara pasti berapa jumlah karyawan yang terdampak, keputusan ini telah diumumkan kepada tim internal pada pekan lalu. Hingga saat ini, belum tersedia informasi jelas mengenai total tenaga kerja yang berada di bawah divisi teknologi Nike secara keseluruhan.
Kabar mengenai restrukturisasi ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg News. Langkah pengurangan staf ini datang di tengah upaya perusahaan untuk kembali menarik minat konsumen, menyusul performa yang kurang menggembirakan dalam beberapa kuartal terakhir.
Pada bulan Maret lalu, Nike memproyeksikan penurunan pendapatan kuartal keempat yang lebih tajam dari perkiraan analis. Proyeksi ini menunjukkan pendekatan hati-hati yang diambil perusahaan dalam menanggapi persaingan yang semakin ketat dari merek-merek olahraga yang lebih digemari oleh generasi muda.
Sebagai bagian dari strategi perombakan internal, CEO Nike Elliott Hill yang baru menjabat sejak Oktober, telah melakukan sejumlah perubahan signifikan dalam jajaran pimpinan senior pada awal Mei ini. Hill ditunjuk untuk memimpin proses pemulihan perusahaan, yang belakangan kesulitan menciptakan produk sepatu baru yang inovatif dan sesuai dengan tren pasar.
Langkah efisiensi ini menjadi sinyal bahwa Nike sedang serius melakukan transformasi untuk mengatasi tantangan bisnis di tengah perubahan preferensi konsumen yang cepat.
Baca artikel menarik lainnya seputar bisnis dan strategi digital di sini: roledu.com/artikel
Sumber : reuters.com






