China Bangkit Lagi: Dampak Gencatan Dagang AS Terhadap Energi dan Industri

gencatan dagang AS-China
Sumber Foto : Freepik

Gencatan dagang AS-China selama 90 hari membawa angin segar bagi industri manufaktur China. Meskipun hanya sementara dan bisa dibatalkan sewaktu-waktu, penghapusan tarif impor ini tetap menjadi langkah penting dalam meredakan ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Penurunan tarif ini membuat banyak pabrik China kembali beroperasi. Aktivitas industri pun bangkit setelah beberapa bulan tertekan. Namun, lonjakan produksi ini berpengaruh besar pada konsumsi energi nasional, terutama dari sumber berbasis fosil.

Energi Bersih Tertekan Saat Produksi Meningkat

Pada kuartal pertama 2025, energi bersih menyumbang 39% dari total listrik di China. Ini merupakan rekor tertinggi, menurut data Ember. Kenaikan ini sebagian didorong oleh pertumbuhan kapasitas energi bersih dan penurunan permintaan listrik dari pabrik yang memperlambat produksi.

Karena aktivitas industri rendah, pembangkit fosil pun dikurangi. Ember mencatat bahwa produksi listrik dari bahan bakar fosil turun 4% dibanding tahun sebelumnya, menjadi 1.494 TWh.

Namun situasinya akan segera berubah. Pemulihan produksi pabrik membuat permintaan listrik kembali naik. Apalagi, hal ini terjadi menjelang musim panas—periode dengan konsumsi listrik tertinggi di China.

Pada bulan-bulan panas, penggunaan AC meningkat tajam. Terutama pada sore dan malam hari, saat produksi listrik tenaga surya menurun. Akibatnya, pembangkit listrik berbasis fosil menjadi tumpuan utama. Jika produksi pabrik meningkat secara bersamaan, penggunaan energi fosil bisa melampaui rekor sebelumnya. Hal ini juga berisiko menaikkan emisi karbon secara signifikan.

Indikator untuk Memantau Dampak Gencatan Dagang

Beberapa indikator penting bisa digunakan untuk memantau dampak gencatan dagang AS-China, antara lain:

  • Produksi Bahan Industri: Bahan seperti plastik, resin, dan kabel tembaga diperkirakan mengalami lonjakan produksi. Permintaan akan naik seiring pabrik mengisi kembali persediaan.
  • Ekspor Produk Unggulan: Produk seperti panel surya, furnitur, dan mainan kemungkinan akan cepat merespons penurunan tarif. Barang-barang ini sulit diproduksi massal di negara lain.
  • Volume Kargo di Pelabuhan: Aktivitas kontainer di pelabuhan besar China dapat mencerminkan kebangkitan industri. Khususnya pengiriman barang setengah jadi dan produk jadi.

Gencatan dagang ini berpotensi memulihkan sektor manufaktur China dalam waktu singkat. Namun, ada konsekuensi terhadap keberlanjutan energi dan pencapaian target emisi yang telah dibangun selama ini.


Baca juga artikel menarik lainnya seputar tren industri global di sini: roledu.com/artikel

Sumber : reuters.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *