Nvidia, produsen chip asal Amerika Serikat, bersiap meluncurkan chip H20 versi ringan untuk pasar China. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebijakan ekspor baru dari pemerintahan Donald Trump, yang semakin memperketat pengiriman chip AI ke luar negeri.
Tiga sumber yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa peluncuran chip tersebut direncanakan dalam dua bulan ke depan. Nvidia juga telah memberi tahu pelanggan utama di China, termasuk penyedia layanan cloud besar, mengenai rencana tersebut.
Chip H20 sebelumnya dirancang agar tetap sesuai aturan ekspor era Presiden Joe Biden. Spesifikasinya dikurangi agar tidak melanggar batasan ekspor teknologi tinggi. Namun, pemerintahan Trump kini mewajibkan chip ini untuk memiliki lisensi ekspor tambahan.
Ketegangan Geopolitik Pengaruhi Strategi Nvidia
Salah satu sumber mengungkapkan bahwa versi baru chip H20 akan mengalami penurunan performa cukup besar. Kapasitas memorinya akan dipangkas secara signifikan. Pelanggan akhir kemungkinan perlu menyesuaikan konfigurasi modul chip agar bisa berfungsi optimal.
Pemerintah AS membatasi ekspor chip AI sejak 2022. Tujuannya untuk mencegah penggunaan teknologi tersebut dalam aplikasi militer. H20 diluncurkan pada Oktober 2023 setelah Washington memperketat aturan sebelumnya.
Pembatasan semakin diperketat setelah munculnya DeepSeek, startup AI asal China. Sistem buatan mereka lebih murah dan dinilai menyaingi teknologi dari AS. Pemerintah AS menuduh DeepSeek dikembangkan menggunakan chip buatan AS yang masuk secara ilegal ke China.
Pada April 2025, pemerintah AS memberi tahu Nvidia bahwa chip H20 kini memerlukan izin ekspor. Hal ini mendorong Nvidia menyusun batas teknis baru untuk desain chip versi ringan agar tetap bisa dijual tanpa melanggar aturan.
Pasar China sangat penting bagi Nvidia. Sepanjang tahun fiskal yang berakhir pada 26 Januari 2025, China menyumbang pendapatan sekitar US$17 miliar, atau 13% dari total penjualan perusahaan.
CEO Nvidia, Jensen Huang, bahkan mengunjungi Beijing bulan lalu. Dalam pertemuannya dengan pejabat setempat, Huang menegaskan bahwa China adalah pasar kunci bagi perusahaannya.
Perusahaan teknologi besar seperti Tencent, Alibaba, dan ByteDance juga mulai meningkatkan permintaan terhadap chip H20. Mereka membutuhkan solusi AI yang lebih hemat biaya seiring dengan meningkatnya persaingan global.
Sejak awal tahun ini, Nvidia telah mengantongi pesanan chip H20 senilai US$18 miliar. Namun, tekanan geopolitik telah membuat saham perusahaan tersebut anjlok lebih dari 21% sepanjang tahun 2025.
Baca juga artikel menarik lainnya seputar teknologi dan bisnis digital di sini: roledu.com/artikel
Sumber : cnbcindonesia.com






