Tim ahli dari Boeing telah tiba di Ahmedabad, India. Mereka mendukung penyelidikan kecelakaan pesawat Air India yang jatuh tak lama setelah lepas landas. Pesawat yang digunakan adalah Boeing 787 Dreamliner, model yang telah digunakan secara global selama lebih dari satu dekade.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan baru tentang keamanan Dreamliner. Terlebih karena penurunan mendadak pesawat terjadi sesaat setelah tinggal landas. Proses penyelidikan dipimpin oleh Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB).
Sesuai aturan internasional (Annex 13), penyelidikan juga melibatkan pihak dari Amerika Serikat dan Inggris. AS ikut karena Boeing merupakan produsen pesawat tersebut, sementara Inggris terlibat karena adanya warga negara mereka dalam penerbangan.
Boeing dan GE Batalkan Acara, Fokus Dukung Investigasi
CEO Boeing, Kelly Ortberg, serta kepala divisi pesawat komersial, Stephanie Pope, membatalkan kehadiran mereka di Paris Airshow. Dalam pesan kepada karyawan, mereka mengatakan ingin fokus mendampingi tim dan pelanggan, serta mendukung penyelidikan Boeing 787 ini secara menyeluruh.
Perusahaan mesin pesawat GE Aerospace, yang memasok mesin pesawat AI171, juga mengirim tim teknis ke India. Mereka akan membantu menganalisis data teknis penerbangan. GE bahkan membatalkan acara investor pekan depan demi mendukung proses investigasi.
Fokus Investigasi: Mesin, Flap, dan Roda Pendaratan
Sejauh ini, dugaan utama penyebab kecelakaan pesawat Air India termasuk gangguan mesin atau kegagalan daya dorong. Video amatir memperlihatkan roda pendaratan belum ditarik dan posisi flap yang tidak biasa.
Otoritas penerbangan India belum melarang operasional Boeing 787. Namun, Air India diminta untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh armada Dreamliner yang berjumlah 33 unit.
Black Box Ditemukan, Data Siap Dianalisis
Harapan untuk menemukan penyebab kecelakaan meningkat dengan ditemukannya black box. Perangkat ini berisi data penerbangan dan rekaman suara kokpit.
Profesor Graham Braithwaite dari Cranfield University mengatakan bahwa black box akan sangat membantu. Ia menekankan pentingnya menjaga semua bukti, termasuk catatan pelatihan dan kondisi pesawat di hanggar. Meski pihak produsen bisa membantu, keterlibatan mereka harus berada di bawah pengawasan ketat untuk menjaga objektivitas penyelidikan.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : theguardian.com






