Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI bersama Google Indonesia meluncurkan Gemini Academy, program pelatihan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk pelaku UMKM. Peluncuran ini merupakan bagian dari penguatan Program UMKM BISA (Berani Inovasi Siap Adaptasi) Ekspor dan kali ini hadir di Yogyakarta.
Menteri Perdagangan Budi Santoso, atau akrab disapa Busan, mengatakan kolaborasi ini adalah langkah strategis. Tujuannya adalah agar UMKM siap bersaing di pasar global melalui pemanfaatan teknologi AI. Dalam sesi dialog “Ask to Busan” di Universitas Gadjah Mada (UGM), ia menekankan pentingnya kemampuan UMKM dalam memahami tren pasar dan menyusun strategi ekspor berbasis data.
AI untuk Tingkatkan Kapasitas Ekspor UMKM
Program Gemini Academy UMKM ekspor membantu pelaku usaha dalam menganalisis data pasar dan memanfaatkan machine learning untuk membuat keputusan yang lebih cepat. Program ini juga mengajarkan strategi pemasaran digital yang efektif bagi UMKM.
Lebih dari 1.000 peserta mengikuti pelatihan ini, baik secara langsung maupun daring. Peserta terdiri atas mahasiswa, pelaku usaha kecil, serta perwakilan pemerintah.
Isya Hanum, perwakilan Google Indonesia, menyebut Indonesia sebagai negara pertama yang memiliki program pelatihan Gemini Academy khusus UMKM. Kemendag pun menjadi mitra pemerintah pertama dalam program ini.
“Kami berharap Gemini Academy membantu UMKM lebih produktif, efisien, dan menjangkau pasar global,” ujarnya.
Kolaborasi dengan Universitas untuk Pengembangan SDM UMKM
Peluncuran ini juga diiringi dengan penandatanganan kerja sama antara Kemendag, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, serta Universitas Negeri Yogyakarta. Kolaborasi ini bertujuan mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten bagi UMKM berorientasi ekspor.
“Melalui kerja sama ini, Kemendag siap bersinergi dengan kampus untuk memperkuat kapasitas UMKM Indonesia,” ungkap Busan.
Dukungan Bisnis Matching dan Narasumber Inspiratif
Selain pelatihan, pemerintah juga menyiapkan program business matching bagi UMKM. Program ini dirancang untuk membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha internasional. Dengan cara ini, UMKM bisa memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan daya saing global.
Acara ini juga menghadirkan tiga pembicara inspiratif. Mereka adalah Nissa Khoirina (pendiri Puthic.id), Reza Monoarfa (CTO Sheo Home Living), serta Dewi Harlas (Eksportir dan Key Opinion Leader TEI 2025). Para narasumber berbagi wawasan tentang ekspor dan strategi digital dalam menjangkau pasar luar negeri.
Potensi UMKM Indonesia dan Transformasi Digital
Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 65 juta unit pada tahun 2024. Sektor UMKM tersebar di berbagai bidang, seperti perdagangan, kuliner, fesyen, kerajinan, hingga teknologi digital.
Dari jumlah tersebut, sekitar 24,56 juta UMKM telah aktif di platform niaga elektronik. Sebanyak 10,3 juta di antaranya telah menembus pasar ekspor. Angka ini menunjukkan besarnya potensi transformasi digital bagi UMKM Indonesia melalui program seperti Gemini Academy UMKM ekspor.
Mahasiswi UGM, Ferika, yang ikut serta dalam pelatihan, mengaku mendapat banyak wawasan baru. Ia menilai program ini relevan dengan perkembangan teknologi saat ini dan dapat langsung diterapkan oleh pelaku usaha kecil.
Baca artikel menarik lainnya di sini: roledu.com/artikel
Sumber : cnnindonesia.com






