Qualcomm Kembali ke Pasar CPU Data Center, Gandeng Teknologi Nvidia untuk Dukung AI

CPU Data Center
Sumber Foto : Freepik

Qualcomm secara resmi mengumumkan langkah terbarunya untuk kembali ke pasar CPU data center, kali ini dengan strategi yang lebih matang. Perusahaan teknologi asal Amerika ini akan merancang prosesor kustom berbasis teknologi Arm yang dapat terhubung langsung dengan unit pemrosesan grafis (GPU) milik Nvidia—yang saat ini mendominasi pasar kecerdasan buatan (AI).

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis Qualcomm untuk menggabungkan kekuatan CPU dan GPU dalam mendukung beban kerja AI skala besar. Menurut CEO Qualcomm, Cristiano Amon, integrasi antara prosesor kustom Qualcomm dan arsitektur rak skala besar Nvidia akan menghadirkan solusi komputasi berkinerja tinggi dan hemat energi untuk kebutuhan data center modern.

Pernah Mundur, Kini Siap Comeback dengan Tim Eks Apple

Keterlibatan Qualcomm di sektor CPU data center bukanlah hal baru. Di awal 2010-an, mereka sempat mengembangkan chip Arm untuk server dan bahkan mengujinya bersama Meta Platforms. Namun, proyek tersebut sempat dihentikan karena tekanan biaya dan tantangan hukum.

Setelah mengakuisisi tim desainer chip eks Apple pada 2021, Qualcomm diam-diam menghidupkan kembali proyek ambisius tersebut. Diskusi dengan Meta pun kembali dilakukan untuk menjajaki kemungkinan kerja sama dalam penggunaan CPU kustom terbaru.

Baru-baru ini, Qualcomm juga mengonfirmasi adanya nota kesepahaman dengan perusahaan AI asal Arab Saudi, Humain, untuk mengembangkan CPU khusus bagi data center. Hal ini menandai keseriusan Qualcomm dalam memperluas portofolio komputasi AI di pasar global.

Kolaborasi untuk Performa AI yang Lebih Cepat

Langkah Qualcomm ini juga menegaskan arah baru industri teknologi, di mana efisiensi dan kecepatan dalam memproses data AI menjadi prioritas utama. Meski selama ini CPU lebih banyak dikuasai oleh Intel dan AMD, kolaborasi dengan Nvidia bisa menjadi game changer bagi Qualcomm.

Selain itu, Nvidia sendiri telah lebih dahulu terjun ke pasar CPU dengan merancang chip “Grace” berbasis Arm. Persaingan di segmen ini pun semakin dinamis, dengan pemain-pemain besar mulai mengintegrasikan CPU dan GPU untuk memenuhi tuntutan komputasi masa depan.


Baca artikel lainnya di sini:
Ingin tahu lebih banyak strategi digital dan teknologi terkini? Temukan artikel menarik lainnya di roledu.com/artikel

Sumber : reuters.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *