Tantangan Keamanan Agentic AI Hambat Adopsi di Perusahaan Global, Cisco Soroti Risiko Identitas Mesin

Agentic AI
Sumber Foto : Canva

Perusahaan global masih ragu membawa keamanan agentic AI ke lingkungan produksi meski teknologi ini mulai banyak diuji coba. Survei Cisco terhadap pelanggan enterprise menunjukkan 85% organisasi telah bereksperimen dengan agen AI, namun hanya 5% yang benar-benar menggunakannya secara operasional karena kekhawatiran keamanan dan tata kelola data.

President dan Chief Product Officer Cisco, Jeetu Patel, menyebut tantangan terbesar terletak pada ketidakmampuan sistem keamanan lama dalam mengenali identitas non-manusia. Banyak perusahaan bahkan tidak mengetahui agen AI mana yang aktif di jaringan mereka, sehingga menyulitkan penentuan tanggung jawab ketika terjadi kesalahan atau penyalahgunaan.

Laporan Cisco Talos Year in Review 2025 juga mengungkap bahwa serangan siber kini semakin sering menargetkan sistem autentikasi dan lapisan kepercayaan antar sistem. Kondisi ini membuat model keamanan tradisional yang berfokus pada pengguna manusia menjadi kurang relevan di era otomatisasi berbasis agen.

Menurut Patel, agen AI bukan sekadar alat bantu, melainkan bentuk tenaga kerja baru yang mampu memperluas kapasitas organisasi secara signifikan. Namun tanpa penguatan sistem keamanan, adopsi keamanan agentic AI di perusahaan akan terus terhambat di tahap eksperimen.

Zero Trust untuk Agen AI

Untuk menjawab tantangan tersebut, Cisco memperluas pendekatan Zero Trust AI dengan menghadirkan sistem identitas khusus bagi agen melalui Agent Identity Management pada Duo IAM. Setiap agen kini memiliki identitas terverifikasi yang terhubung dengan pemilik manusia, sehingga setiap aktivitas dapat ditelusuri secara jelas.

Cisco juga memperkenalkan penerapan Model Context Protocol (MCP) sebagai gerbang kontrol akses. Sistem ini memastikan setiap izin yang diberikan bersifat spesifik, terbatas, dan hanya berlaku dalam jangka waktu singkat. Pendekatan ini dirancang untuk meminimalkan celah manipulasi dalam operasi agen AI.

CISO North America Insight, Jeremy Nelson, menilai organisasi saat ini berada di fase antusiasme tinggi terhadap AI, tetapi belum siap dari sisi keamanan. Ia menegaskan bahwa tanpa transformasi fondasi keamanan yang sejalan dengan kecepatan sistem otonom, integrasi AI dalam proses bisnis inti akan sulit berkembang.

Ia menambahkan bahwa penerapan Zero Trust AI dapat membantu perusahaan memperoleh visibilitas penuh terhadap identitas agen sekaligus membatasi akses hanya pada kebutuhan esensial. Hal ini menjadi kunci untuk menyeimbangkan inovasi dan keamanan di era agen AI.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *