Intel Corporation resmi menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan milik Elon Musk, yakni SpaceX, xAI, dan Tesla, untuk membangun fasilitas produksi chip kecerdasan artifisial (AI) di Texas. Proyek bernama Terafab ini menelan investasi sebesar US$25 miliar atau sekitar Rp425 triliun dan ditujukan untuk memperkuat produksi semikonduktor domestik skala besar.
Fasilitas tersebut dirancang untuk memproduksi perangkat keras khusus guna memenuhi kebutuhan komputasi tinggi dalam ekosistem AI. Intel akan mengambil peran utama mulai dari desain, fabrikasi, hingga pengemasan chip berperforma tinggi. Targetnya, Terafab mampu menghasilkan daya komputasi hingga 1 terawatt (TW) per tahun saat beroperasi penuh.
Langkah ini sejalan dengan ambisi jangka panjang Elon Musk dalam membangun infrastruktur pusat data dan robotika generasi berikutnya. Chip yang diproduksi nantinya akan digunakan untuk mendukung pengembangan mobil otonom Tesla, robot humanoid, serta sistem AI berskala besar.
Strategi Lawan Dominasi TSMC
Kehadiran Terafab juga dipandang sebagai upaya menyaingi dominasi Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), yang saat ini menguasai sekitar 90% pasar global chip canggih. Kolaborasi ini sekaligus menjadi momentum bagi Intel untuk memperkuat kembali posisinya di industri semikonduktor.
Di sisi pasar, pengumuman kemitraan ini langsung berdampak positif terhadap saham Intel. Harga saham perusahaan tercatat naik sekitar 3% menjadi US$52,28 setelah kabar tersebut dipublikasikan. CEO Intel, Lip-Bu Tan, menyebut proyek ini sebagai langkah penting dalam menjawab kebutuhan industri akan inovasi fabrikasi yang lebih efisien.
Tantangan dan Rekam Jejak Proyek
Di tengah ambisi besar ini, Intel masih menghadapi sejumlah tantangan operasional. Proyek pembangunan dua pabrik di Ohio mengalami penundaan signifikan, dengan target operasional mundur hingga 2031. Total investasi di lokasi tersebut bahkan telah mencapai sekitar Rp88,9 triliun.
Selain itu, Intel juga tengah mengembangkan fasilitas tambahan di Arizona untuk bersaing dengan puluhan produsen semikonduktor lainnya. Kemitraan dengan Musk dinilai sebagai strategi untuk mengamankan permintaan besar sekaligus memperkuat bisnis foundry Intel, terutama di tengah persaingan dengan Nvidia dan AMD yang lebih dulu mengadopsi model fabless.
Meski prospeknya menjanjikan, sejumlah analis mengingatkan risiko implementasi proyek ini. Rekam jejak Elon Musk dalam menjalankan proyek berskala besar kerap menghadapi kendala waktu, sehingga realisasi Terafab masih perlu dicermati.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






