Backup Data Jadi Kunci Lindungi Organisasi dari Serangan Ransomware

Backup Data
Sumber Foto : Canv

Sistem backup data kini menjadi senjata utama organisasi menghadapi serangan siber ransomware yang kian masif. Tanpa cadangan data yang memadai, perusahaan berisiko kehilangan informasi penting atau harus membayar tebusan yang tidak menjamin pemulihan data.

Joevita Evadne, Regional Marketing Synology, menegaskan ransomware mengenkripsi data perusahaan dan menuntut bayaran agar akses bisa dikembalikan. “Tanpa backup, organisasi berada dalam posisi sulit. Membayar tebusan bukan jaminan data kembali, menolak bayar pun bisa berakibat hilangnya data penting secara permanen,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Dampak serangan ransomware dapat meluas dengan cepat. Operasional bisnis terhenti, layanan pelanggan terganggu, dan karyawan tidak dapat bekerja. Bahkan gangguan singkat dapat menimbulkan kerugian finansial sekaligus merusak reputasi perusahaan.

Strategi Backup untuk Ketahanan Siber

Menurut Joevita, backup kini bukan sekadar alat pemulihan file yang terhapus, melainkan bagian dari strategi cyber resilience—kemampuan organisasi tetap beroperasi dan pulih cepat setelah insiden. Banyak organisasi fokus mencegah serangan, namun pendekatan tersebut saja kini dianggap tidak cukup.

Salah satu metode yang direkomendasikan adalah strategi 3-2-1-1-0, yang mendorong organisasi menyimpan tiga salinan data pada dua jenis media berbeda, dengan satu salinan berada di lokasi terpisah. Salinan tambahan sebaiknya bersifat immutable atau terisolasi dari jaringan utama agar tidak bisa diubah oleh ransomware. Verifikasi backup juga diperlukan untuk memastikan proses pemulihan berjalan tanpa kendala.

Synology menawarkan solusi seperti ActiveProtect Appliance, yang menggabungkan manajemen backup dan penyimpanan dalam satu platform. Sistem ini memudahkan penerapan praktik terbaik, memantau perlindungan data secara terpusat, dan meningkatkan kesiapan perusahaan menghadapi serangan.

“Perusahaan dengan strategi backup yang kuat lebih siap memulihkan sistem, melanjutkan operasional, dan mempertahankan kepercayaan pelanggan,” tutup Joevita.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *