Oracle Pangkas Ribuan Karyawan, Fokus Perkuat Infrastruktur AI

Oracle PHK
Sumber Foto : Canva

Oracle melakukan PHK ribuan karyawan sebagai bagian dari langkah strategis untuk memperkuat investasi di sektor infrastruktur AI, di tengah kekhawatiran investor terhadap besarnya biaya ekspansi yang dikeluarkan perusahaan.

Perusahaan teknologi asal Austin, Amerika Serikat, ini mulai memberhentikan karyawan sejak awal pekan. Dari total sekitar 162.000 pekerja, diperkirakan sekitar 10.000 orang terdampak. Informasi ini mencuat dari laporan internal dan dikonfirmasi sebagian melalui pengakuan perusahaan atas pemutusan hubungan kerja di wilayah Washington dan kantor Seattle yang melibatkan ratusan karyawan.

Sejumlah posisi penting turut terdampak, mulai dari insinyur senior, arsitek sistem, hingga spesialis teknis di bidang cloud dan sistem skala besar. Dalam komunikasi internal, perusahaan menyebut keputusan ini diambil setelah evaluasi kebutuhan bisnis terkini dan merupakan bagian dari restrukturisasi organisasi.

Fokus Besar ke Infrastruktur AI

Langkah Oracle memangkas karyawan terjadi bersamaan dengan peningkatan agresif investasi perusahaan pada pusat data. Infrastruktur ini menjadi fondasi utama dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan dan layanan cloud.

Oracle diketahui tengah menyiapkan proyek besar, termasuk kerja sama senilai US$300 miliar dengan OpenAI. Namun, rencana ekspansi tersebut memicu kekhawatiran pasar karena perusahaan juga berencana menambah utang hingga US$50 miliar untuk mendanai proyek tersebut.

Dalam dokumen resmi yang dirilis Maret lalu, Oracle memperkirakan biaya restrukturisasi pada 2026 bisa mencapai US$2,1 miliar. Sebagian besar biaya ini berasal dari kompensasi PHK dan penyesuaian operasional.

Tren Industri Teknologi

Gelombang PHK industri teknologi bukan hanya terjadi di Oracle. Sepanjang tahun ini, lebih dari 70 perusahaan teknologi global telah memangkas sekitar 40.480 tenaga kerja.

Fenomena ini mencerminkan pergeseran besar di sektor teknologi, di mana perusahaan mulai mengalihkan sumber daya ke pengembangan AI. Di sisi lain, perubahan ini juga memunculkan kekhawatiran baru terkait dampak otomatisasi terhadap tenaga kerja.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *