Thames Water dilaporkan semakin dekat mencapai kesepakatan dengan Ofwat yang memungkinkan perusahaan terhindar dari denda baru hingga empat tahun ke depan. Sebagai gantinya, perusahaan air terbesar di Inggris itu harus berkomitmen meningkatkan investasi untuk memperbaiki kinerja operasional dan lingkungan.
Proposal tersebut diajukan oleh kreditur yang berupaya menyelamatkan perusahaan dari risiko renasionalisasi sementara. Dalam skema ini, regulator sektor air di Inggris dan Wales akan menerima mekanisme “undertakings”, yaitu komitmen perbaikan masalah tanpa menjatuhkan sanksi finansial langsung.
Namun, kesepakatan ini hanya berlaku untuk potensi denda dari Ofwat. Thames Water masih berisiko menghadapi sanksi dari badan lain seperti Environment Agency, serta gugatan hukum yang mungkin muncul terkait kinerja perusahaan.
Tekanan Finansial dan Target Kinerja
Upaya penyelamatan ini muncul di tengah kondisi keuangan Thames Water yang terus tertekan. Perusahaan tercatat memiliki utang mencapai 17,6 miliar pound sterling, hasil akumulasi sejak privatisasi. Bahkan, perusahaan diperkirakan kembali menghadapi krisis likuiditas pada Oktober mendatang.
Sebelumnya, manajemen sempat mencoba menjual perusahaan, namun rencana tersebut gagal setelah investor utama, KKR, menarik diri secara mendadak. Situasi ini memperumit upaya restrukturisasi yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.
Kreditur yang telah mengucurkan dana darurat sekitar 3 miliar pound juga tengah menegosiasikan target kinerja baru. Fokusnya meliputi pengurangan kebocoran, peningkatan kualitas air, dan penanganan polusi yang selama ini menjadi sorotan publik.
Kontroversi dan Dampak ke Pelanggan
Meski menawarkan solusi jangka pendek, kesepakatan Thames Water ini berpotensi memicu kritik luas. Salah satu alasan utamanya adalah rencana kenaikan tagihan pelanggan yang diperkirakan melonjak lebih dari sepertiga hingga 2030, di luar faktor inflasi.
Selain itu, setiap kesepakatan harus melalui proses konsultasi publik selama tiga bulan sebelum disahkan. Hal ini membuka ruang bagi penolakan dari masyarakat maupun pemangku kepentingan lain.
Dalam pernyataannya, pihak kreditur menegaskan bahwa seluruh denda yang sudah ada tetap akan dibayar. Mereka juga menjanjikan transparansi lebih tinggi serta akuntabilitas dalam upaya mengurangi polusi dan memperbaiki kinerja lingkungan.
Sementara itu, Thames Water menyatakan fokus pada solusi berbasis pasar untuk mempercepat pemulihan operasional. Perusahaan mengklaim telah memulai program investasi terbesar dalam 150 tahun terakhir, dengan nilai mencapai 1,26 miliar pound pada paruh pertama tahun fiskal 2025–2026.
Ofwat sendiri masih meninjau proposal tersebut secara mendalam. Regulator menilai apakah rencana ini benar-benar mampu memperbaiki performa perusahaan sekaligus memperkuat ketahanan finansial demi kepentingan pelanggan dan lingkungan.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






