Produsen otomotif Stellantis mengumumkan recall Stellantis terhadap sekitar 44.000 mobil di Inggris setelah ditemukan potensi risiko kebakaran mesin. Penarikan ini mencakup sejumlah model populer yang diproduksi dalam periode 2023 hingga 2026.
Masalah tersebut ditemukan pada berbagai merek di bawah Stellantis, termasuk Peugeot, Citroën, DS Automobiles, Vauxhall, Lancia, Alfa Romeo, Jeep, dan Fiat. Beberapa model yang terdampak di antaranya Citroën C3, Peugeot 208, dan Vauxhall Mokka.
Perusahaan menjelaskan, sumber masalah berasal dari jarak yang tidak memadai antara pipa filter gas dan komponen belt starter generator. Kondisi ini dapat memicu masuknya air ke ruang mesin saat mobil digunakan dalam kondisi hujan, yang dalam skenario terburuk berpotensi menyebabkan kebakaran mesin.
Stellantis menyatakan penarikan dilakukan secara sukarela dan pemilik kendaraan akan segera dihubungi. Perbaikan akan dilakukan melalui jaringan dealer resmi tanpa biaya tambahan bagi konsumen.
Tekanan Bisnis dan Perubahan Strategi
Langkah recall Stellantis ini menambah daftar tantangan yang dihadapi perusahaan dalam beberapa waktu terakhir. Pada Februari lalu, Stellantis mencatat beban keuangan sebesar €22 miliar setelah mengakui terlalu optimistis terhadap percepatan adopsi kendaraan listrik.
Dampaknya, perusahaan membatalkan rencana produksi Ram 1500 BEV, sebuah truk listrik yang sebelumnya digadang-gadang menjadi terobosan baru. Selain itu, Stellantis juga berencana melepas kepemilikan 49% sahamnya di perusahaan baterai NextStar Energy kepada LG Energy Solution.
Perubahan strategi ini turut dipengaruhi kondisi pasar global. Di Eropa, penjualan kendaraan listrik terus meningkat, sementara di Amerika Serikat justru melemah setelah insentif pajak untuk konsumen dihentikan oleh pemerintah.
Analis memperkirakan Stellantis masih akan menghadapi langkah lanjutan seperti penutupan pabrik dan pengurangan kapasitas produksi guna menyesuaikan kondisi pasar.
Kinerja JLR Mulai Pulih
Di sisi lain, pesaingnya Jaguar Land Rover (JLR) melaporkan pemulihan penjualan dalam tiga bulan terakhir. Perusahaan mencatat distribusi 95.300 unit kendaraan ke dealer hingga akhir Maret, naik 61,1% dibanding kuartal sebelumnya.
Meski demikian, secara tahunan angka tersebut masih turun 14,5%. Penurunan ini dipengaruhi gangguan produksi akibat serangan siber tahun lalu, tarif impor AS, kondisi pasar di China, serta penghentian beberapa model Jaguar lama.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






