Unilever dan McCormick Sepakati Akuisisi Bisnis Makanan Senilai Rp700 Triliun

Unilever dan McCormick
Sumber Foto : google

Unilever resmi menggabungkan bisnis makanan dengan McCormick dalam kesepakatan bernilai $44,8 miliar atau sekitar Rp700 triliun. Melalui langkah ini, Unilever akan memegang 65% kepemilikan dalam entitas baru, memperkuat posisinya dalam industri global lewat strategi akuisisi bisnis makanan berskala besar.

Perusahaan gabungan ini akan mengelola berbagai merek ternama seperti Knorr dan Pot Noodle dari Unilever, serta French’s, Old Bay, hingga Cholula milik McCormick. Meski demikian, entitas baru tetap akan menggunakan nama McCormick dan dipimpin oleh jajaran eksekutif perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

Dalam skema transaksi, McCormick akan membayar Unilever sebesar $15,7 miliar dalam bentuk tunai dan $29,1 miliar dalam saham. Transaksi ini dilakukan melalui mekanisme Reverse Morris Trust, yang memungkinkan efisiensi pajak bagi Unilever dan para pemegang sahamnya.

Fokus Efisiensi dan Pertumbuhan Global

Kombinasi dua raksasa ini ditargetkan menghasilkan penghematan biaya hingga $600 juta per tahun dalam tiga tahun pertama. Efisiensi tersebut berasal dari optimalisasi produksi, distribusi, serta pengadaan bahan baku.

Meski demikian, kedua perusahaan belum memastikan dampak terhadap tenaga kerja. CEO Unilever, Fernando Fernández, menegaskan bahwa prioritas utama adalah mendorong pertumbuhan bisnis. Sementara itu, CEO McCormick Brendan Foley menyebut pihaknya berkomitmen mempertahankan talenta dari kedua organisasi.

Kantor pusat global McCormick tetap berada di Amerika Serikat dengan pencatatan saham di New York. Sementara itu, kantor internasional akan berbasis di Belanda, mengikuti lokasi operasional bisnis makanan Unilever saat ini.

Strategi Besar Unilever Keluar dari Bisnis Makanan

Kesepakatan ini menjadi langkah besar dalam strategi transformasi Unilever. Setelah sebelumnya melepas bisnis es krim, teh, hingga produk olesan, kini perusahaan semakin fokus pada sektor kecantikan, perawatan pribadi, dan produk rumah tangga.

Langkah ini menandai perubahan arah Unilever untuk bersaing langsung dengan pemain besar seperti L’Oréal, Beiersdorf, dan Estée Lauder. Namun, analis menilai keputusan ini berpotensi mengurangi skala ekonomi yang sebelumnya menjadi keunggulan Unilever dalam menggabungkan lini makanan dan non-makanan.

Di sisi lain, entitas baru hasil merger bisnis makanan global ini diperkirakan memiliki pendapatan tahunan sekitar $20 miliar. Meski sebagian unit seperti bisnis di India serta merek Horlicks dan Boost tidak termasuk dalam kesepakatan.

Pasca pengumuman, saham Unilever turun hampir 7%, sementara McCormick melemah 5,6%. Reaksi pasar ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak jangka pendek dari restrukturisasi besar tersebut.

Meski menghadapi tantangan integrasi, kedua perusahaan optimistis sinergi ini akan menciptakan kekuatan baru di industri makanan global, sekaligus membuka peluang ekspansi di masa depan.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *