Saham AS Berakhir Variatif, Ketegangan Timur Tengah Reda Sementara

Saham AS
Sumber Foto : Canva

Saham AS berakhir variatif pada perdagangan Kamis (waktu setempat), setelah sempat tertekan oleh lonjakan ketegangan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pasar global. Sentimen investor membaik di akhir sesi seiring munculnya sinyal diplomatik yang meredakan potensi gangguan pasokan minyak dunia.

Indeks Dow Jones turun tipis 0,13% ke 46.504,67. Sementara itu, S&P 500 naik 0,11% ke 6.582,69 dan Nasdaq menguat 0,18% ke 21.879,18. Meski bergerak terbatas, ketiga indeks utama mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam empat bulan terakhir, sekaligus mengakhiri tren penurunan selama enam pekan.

Kekhawatiran pasar sebelumnya dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan kemungkinan langkah militer lebih agresif terhadap Iran. Namun, sentimen berbalik setelah Iran mengumumkan tengah menyusun protokol bersama Oman untuk mengatur lalu lintas di Selat Hormuz, sementara Inggris menyebut sejumlah negara sedang membahas solusi diplomatik.

Harga Minyak Naik, Tapi Pasar Tetap Tenang

Lonjakan harga minyak global menjadi salah satu faktor utama yang membayangi pergerakan pasar. Minyak mentah AS naik sekitar 11% ke level 111 dolar per barel, sedangkan Brent ditutup naik 7% di kisaran 108 dolar per barel.

Meski demikian, kontrak berjangka menunjukkan harga minyak diperkirakan turun ke sekitar 82 dolar per barel pada Oktober. Hal ini mengindikasikan pelaku pasar menilai gangguan pasokan hanya bersifat sementara.

Investor Beralih ke Sektor Defensif

Dalam kondisi pasar yang belum stabil, investor cenderung mengalihkan dana ke sektor yang lebih tahan terhadap tekanan ekonomi. Saham utilitas naik 0,6%, sementara sektor properti menguat 1,5% karena dinilai menawarkan arus kas yang stabil.

Sebaliknya, sektor konsumsi non-primer menjadi yang terlemah dengan penurunan 1,5%. Tekanan terbesar datang dari Tesla yang anjlok 5,4% setelah merilis data pengiriman kuartal pertama yang mengecewakan.

Di sisi lain, indeks volatilitas CBOE (VIX) turun ke level 23,87, mencerminkan meredanya kepanikan investor setelah sempat melonjak di awal sesi.

Sentimen Tambahan dan Agenda Pasar

Pasar juga diwarnai kekhawatiran di sektor kredit swasta setelah Blue Owl membatasi penarikan dana investor dari dua produk ritel mereka. Selain itu, perhatian pelaku pasar tertuju pada rencana IPO SpaceX yang dikabarkan menargetkan valuasi hingga 1,75 triliun dolar AS.

Saham Globalstar melonjak setelah muncul laporan bahwa Amazon tengah menjajaki akuisisi perusahaan satelit tersebut.

Perdagangan pekan ini ditutup dengan volume 16,75 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20 hari terakhir. Sementara itu, data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Jumat menjadi fokus berikutnya, meski pasar tutup karena libur panjang.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *