Crocs Kembali Gugat Perusahaan Lokal atas Dugaan Peniruan Desain Clogs di India

Gugatan pelanggaran desain
Sumber Foto : Freepik

Gugatan pelanggaran desain yang diajukan Crocs Inc kembali dibuka oleh pengadilan tinggi India setelah sempat tertunda selama sembilan tahun. Perusahaan alas kaki asal Amerika Serikat itu menuduh beberapa pesaing lokal melakukan peniruan produk alas kaki khasnya, yaitu clogs berbahan karet yang telah dikenal luas secara global.

Gugatan ini ditujukan kepada enam perusahaan, termasuk anak usaha Bata di India serta produsen lokal seperti Relaxo dan Liberty. Sebelumnya, gugatan sempat ditolak pada 2019 karena alasan teknis. Namun, Crocs mengajukan banding, dan pada Selasa lalu, pengadilan menyatakan bahwa penolakan awal tersebut tidak berlaku secara hukum. Hal ini memungkinkan Crocs untuk melanjutkan proses hukum mereka terhadap dugaan pelanggaran hak desain.

Desain Sepatu Jadi Sumber Perselisihan di Pasar Alas Kaki yang Kompetitif

Dalam dokumen gugatan, Crocs menegaskan bahwa desain clogs mereka telah ditiru secara terang-terangan dan meminta pengadilan untuk melarang penjualan produk tiruan tersebut. Salah satu tergugat, Liberty, membantah dengan menyatakan bahwa Crocs bukan pencipta asli desain clogs, melainkan hanya mengadaptasi bentuk yang sudah digunakan sejak lama.

Produk Crocs sendiri mulai dikenal sejak diluncurkan pada 2002 di Colorado. Desainnya yang ringan, nyaman, dan unik membuatnya cepat populer, termasuk di pasar India. Saat ini, produk mereka dijual luas di berbagai gerai alas kaki di negara tersebut.

India adalah pasar yang sangat besar untuk industri sepatu. Menurut data Statista, nilai pasar alas kaki India pada 2025 diperkirakan mencapai USD 33,86 miliar, dengan 97% didominasi oleh segmen non-mewah. Kondisi inilah yang mendorong kompetisi tinggi sekaligus meningkatkan risiko terjadinya gugatan pelanggaran desain akibat peniruan produk alas kaki.

Sorotan Tambahan: Prada Dikecam karena Tampilkan Sandal Bernuansa Etnik India

Bersamaan dengan gugatan Crocs, merek mewah asal Italia, Prada, juga tengah menuai kritik di India. Dalam sebuah peragaan busana di Milan, Prada memamerkan sandal yang dinilai mirip dengan alas kaki tradisional India. Kritik dari masyarakat membuat Prada akhirnya mengakui bahwa desain tersebut memang terinspirasi dari budaya India.


Kasus Crocs di India menjadi pengingat bahwa perlindungan desain produk masih menjadi isu penting di tengah persaingan global, terutama di pasar besar seperti India. Perusahaan lokal dan internasional diharapkan lebih waspada dalam merancang dan memasarkan produknya agar tidak tersandung kasus serupa.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : reuters.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *