Lawson Fokus Perbaikan Model Bisnis Convenience Store di 2025

Model bisnis convenience store
Sumber Foto : Freepik

Pada April 2025 lalu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) resmi mengambil alih sebagian besar saham Lawson dari PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI). Sebanyak 1,48 miliar saham—atau 70% dari total saham MIDI di Lawson—berpindah ke tangan AMRT. Akuisisi ini dilakukan dengan harga Rp135 per saham, dengan nilai keseluruhan transaksi mencapai sekitar Rp200,45 miliar.

Langkah strategis ini menandai keseriusan AMRT dalam memperkuat pengembangan bisnis Lawson, yang selama ini dinilai kurang optimal. Presiden Direktur Sumber Alfaria Trijaya, Anggara Hans Prawira, menyatakan bahwa ke depan pihaknya akan lebih selektif dalam memilih lokasi gerai dan produk yang dijual.

“Sepanjang tahun ini, fokus kami adalah memperbaiki operasional bisnis yang sudah ada,” ujar Hans.

Koreksi Lokasi dan Penyesuaian Model Bisnis Convenience Store

Performa bisnis Lawson dalam beberapa tahun terakhir memang mengalami tekanan. Sepanjang 2024, total 335 gerai Lawson ditutup, menyisakan hanya 374 gerai dari sebelumnya 709 unit di awal tahun. Penutupan terus berlangsung hingga kuartal pertama 2025. Per Maret 2025, hanya tersisa 363 gerai yang masih aktif beroperasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, Sumber Alfaria berkomitmen melakukan perbaikan model bisnis convenience store ini. Berbeda dari Alfamart atau Alfamidi yang mengandalkan penjualan kebutuhan harian, Lawson diarahkan untuk lebih menonjolkan produk siap saji seperti makanan dan minuman siap konsumsi (ready to eat dan ready to drink).

“Karakteristik Lawson memang berbeda. Kami akan menyesuaikan strategi agar lebih relevan dengan kebutuhan pasar urban saat ini,” tambah Hans.

Inovasi Menu dan Dukungan untuk Kopi Lokal

Seiring dengan perbaikan model bisnis convenience store tersebut, Lawson juga aktif memperkenalkan inovasi produk. Menjelang usia ke-14 di Indonesia, Lawson meluncurkan seri kopi terbaru bertema coconut latte, mengikuti tren konsumsi kopi berbasis nabati (plant-based) yang kini diminati masyarakat urban.

“Kami ingin tetap relevan dan dekat dengan konsumen. Semua bahan baku yang kami gunakan adalah pilihan terbaik untuk menghadirkan kopi berkualitas,” kata Firly Firlandi, Manajer Komunikasi Perusahaan Lawson Indonesia, dalam rilis resmi (7/7).

Selain peluncuran menu baru, Lawson juga rutin mengadakan edukasi publik seputar kopi lokal, seperti sesi cupping dan eksplorasi rasa. Hal ini menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap perkembangan industri kopi nusantara.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : kontan.co.id

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *