PepsiCo Pangkas Harga Snack, Penjualan Doritos dan Lays Kembali Naik

Penjualan PepsiCo
Sumber Foto : Google

PepsiCo mencatat lonjakan penjualan sebesar 8,5% menjadi US$19,4 miliar pada kuartal pertama tahun ini, setelah menerapkan strategi penurunan harga snack seperti Doritos dan Lays. Langkah ini terbukti efektif dalam menarik kembali konsumen yang sebelumnya keberatan dengan kenaikan harga.

Perusahaan makanan dan minuman global tersebut memangkas harga sejumlah produk hingga 15% menjelang Super Bowl pada Februari lalu. Selain Doritos dan Lays—yang dikenal sebagai Walkers di Inggris—produk lain seperti Tostitos dan Cheetos juga masuk dalam program diskon tersebut.

CEO sekaligus Chairman PepsiCo, Ramon Laguarta, menyebut kebijakan “affordability initiatives” atau strategi keterjangkauan menjadi faktor utama di balik membaiknya kinerja perusahaan. Selain penjualan, laba operasional juga meningkat sekitar 25% menjadi US$3,2 miliar, sementara saham perusahaan menguat 2% pada awal perdagangan.

Strategi Harga Snack dan Perubahan Konsumsi

Langkah penurunan harga ini dilakukan setelah PepsiCo sempat menghadapi reaksi negatif dari konsumen akibat kenaikan harga bertahap sejak 2022. Saat itu, perusahaan menaikkan harga untuk menutupi lonjakan biaya produksi.

Namun, kondisi pasar kini berubah. Konsumen semakin sensitif terhadap harga, terutama untuk produk snack bermerek yang dianggap bukan kebutuhan utama. Hal ini mendorong PepsiCo untuk menyesuaikan strategi harga snack agar tetap kompetitif di tengah tekanan ekonomi.

Di sisi lain, tren penggunaan obat penurun berat badan yang menekan nafsu makan juga mulai memengaruhi pola konsumsi. Banyak pengguna melaporkan pengeluaran makanan berkurang karena porsi makan yang lebih kecil.

Fokus pada Porsi dan Multipack

Menghadapi perubahan tersebut, PepsiCo kini juga mengandalkan strategi kontrol porsi. Perusahaan memperluas penawaran produk dalam bentuk multipack dan kemasan sekali makan. Saat ini, lebih dari 70% produk makanannya di Amerika Serikat tersedia dalam ukuran single-serve.

Analis keuangan dari AJ Bell, Danni Hewson, menilai PepsiCo masih perlu bekerja keras untuk mempertahankan daya tarik produknya. Menurutnya, di tengah tekanan ekonomi, konsumen cenderung mengurangi pembelian produk yang dianggap sekunder, termasuk snack bermerek.

Ke depan, PepsiCo juga mengandalkan momentum dari ajang Piala Dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada untuk mendorong penjualan. Sponsorship dalam event besar tersebut diharapkan mampu memperkuat kembali posisi merek di pasar global.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *