Startup kecerdasan buatan milik peneliti AI ternama David Silver, Ineffable Intelligence, berhasil mengamankan pendanaan sebesar US$1,1 miliar atau sekitar Rp18,7 triliun. Dana tersebut diperoleh dari sejumlah investor besar, termasuk Google dan NVIDIA, dengan valuasi perusahaan mencapai US$5,1 miliar atau sekitar Rp86,7 triliun.
Pendanaan jumbo itu akan digunakan untuk mengembangkan teknologi AI baru yang disebut “superlearner”. Berbeda dari model AI konvensional yang mengandalkan data buatan manusia, sistem yang dikembangkan Ineffable Intelligence dirancang agar mampu belajar secara mandiri melalui metode reinforcement learning atau pembelajaran berbasis coba-coba.
Konsep tersebut bukan hal baru bagi Silver. Sebelum mendirikan perusahaan sendiri, ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting di DeepMind selama lebih dari satu dekade. Di perusahaan itu, Silver ikut mengembangkan berbagai sistem AI yang mampu mengalahkan manusia dalam permainan strategi seperti catur dan Go.
Salah satu proyek paling terkenal yang melibatkan Silver adalah AlphaZero. Sistem tersebut mampu mempelajari permainan hanya dari pengalaman bermain sendiri tanpa mengandalkan strategi atau data manusia sebelumnya. Pendekatan serupa kini menjadi fondasi pengembangan AI superlearner milik Ineffable Intelligence.
Target Ciptakan AI Belajar Mandiri
Ineffable Intelligence menyebut teknologi yang mereka bangun berpotensi membuka jalur baru dalam pengembangan kecerdasan buatan. Perusahaan itu ingin menciptakan AI yang dapat menemukan pengetahuan dan keterampilan secara independen tanpa ketergantungan pada data pelatihan manusia.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari TechCrunch, perusahaan bahkan menyebut terobosan tersebut bisa memiliki dampak ilmiah setara teori evolusi Charles Darwin apabila berhasil diwujudkan. Silver sendiri menggambarkan proyek ini sebagai “karya hidupnya” dan menyatakan keuntungan di masa depan akan dialokasikan untuk kegiatan amal berdampak tinggi.
Pendanaan Ineffable dipimpin oleh Sequoia Capital dan Lightspeed Venture Partners. Dengan valuasi di atas US$5 miliar, perusahaan tersebut kini masuk kategori pentacorn, yakni startup dengan valuasi sangat tinggi.
Tren Startup AI Kian Memanas
Kemunculan Ineffable Intelligence menambah daftar startup AI baru yang dibangun oleh para peneliti ternama dunia. Salah satunya adalah AMI Labs yang didirikan bersama oleh Yann LeCun. Perusahaan itu sebelumnya dilaporkan memperoleh pendanaan US$1,03 miliar dengan valuasi pra-pendanaan mencapai US$3,5 miliar.
Selain itu, ada pula Recursive Superintelligence yang didirikan oleh Tim Rocktäschel. Startup tersebut disebut telah mengumpulkan dana sekitar US$500 juta dan masih berpeluang menambah pendanaan hingga US$1 miliar.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com





