Canva resmi memperkenalkan AI Canva 2.0, inovasi terbaru berbasis kecerdasan buatan yang mengubah proses desain menjadi lebih cepat dan terintegrasi. Melalui teknologi ini, pengguna dapat membuat dan mengedit desain hanya dengan perintah bahasa alami dalam satu ekosistem terpadu.
Platform desain asal Sydney tersebut kini mengadopsi pendekatan berbasis agen percakapan. AI Canva 2.0 memungkinkan pengguna menjelaskan ide, tujuan, atau konsep awal, lalu sistem akan langsung menghasilkan desain lengkap yang siap diedit. Struktur, tata letak, hingga identitas merek sudah otomatis disesuaikan sejak awal proses.
Salah satu fitur utama adalah Orkestrasi Agen, yang memungkinkan AI memahami kebutuhan pengguna dan mengoordinasikan berbagai alat di dalam platform. Fitur ini bahkan mampu mengeksekusi instruksi kompleks, seperti menyusun kampanye pemasaran lintas platform, menjadi output siap pakai.
Fitur AI yang Lebih Adaptif dan Personal
AI Canva 2.0 juga dibekali teknologi Kecerdasan Berbasis Objek. Fitur ini memungkinkan pengguna mengedit elemen tertentu, seperti gambar atau font, tanpa harus mengulang desain dari awal. Selain itu, Memori Lestari membantu sistem mempelajari preferensi pengguna secara berkelanjutan, sehingga konsistensi gaya tetap terjaga di setiap proyek.
Untuk memperluas fungsinya, Canva menghadirkan fitur Konektor yang mengintegrasikan berbagai aplikasi produktivitas seperti Slack, Gmail, Google Drive, dan Zoom. Dengan integrasi ini, AI dapat mengolah data seperti email atau transkrip rapat menjadi materi desain secara otomatis.
Pengembangan teknologi ini didukung oleh riset internal melalui divisi CORE, yang menghasilkan model proprietary seperti Proteus, Lucid Origin, dan I2V. Canva mengklaim model tersebut mampu bekerja hingga tujuh kali lebih cepat dan menekan biaya operasional hingga 30 kali dibandingkan teknologi serupa di pasar.
Kolaborasi dan Ekspansi Global
Canva juga menjalin kerja sama strategis dengan Anthropic untuk mengintegrasikan mesin desainnya ke dalam asisten AI Claude. Selain itu, pengguna kini dapat memindahkan aset dari ChatGPT langsung ke editor Canva.
Khusus di Indonesia, Canva menghadirkan fitur Canva Offline guna mendukung pengguna di wilayah dengan keterbatasan koneksi internet. Fitur ini ditujukan untuk membantu pelaku UMKM dan pelajar tetap produktif tanpa bergantung pada akses online.
Berdasarkan riset Andreessen Horowitz, Canva saat ini menempati posisi sebagai platform AI ketiga yang paling banyak digunakan secara global. Perusahaan juga mencatat pertumbuhan pengeluaran pelanggan tercepat di sektor perangkat lunak berbasis AI.
Saat ini, AI Canva 2.0 masih tersedia dalam tahap research preview untuk satu juta pengguna pertama. Canva berencana memperluas akses secara bertahap ke pengguna global dalam beberapa pekan ke depan.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






