Satelit Starlink Hilang Kontak, Diduga Pecah di Orbit Rendah

Satelit Starlink
Sumber Foto : Canva

SpaceX kehilangan komunikasi dengan salah satu satelit Starlink bernomor 34343 setelah mengalami anomali di orbit rendah pada 29 Maret 2026. Insiden ini memicu perhatian karena satelit diduga terpecah saat berada di ketinggian sekitar 560 kilometer dari permukaan Bumi.

Dalam pernyataan resmi melalui platform X, perusahaan memastikan bahwa peristiwa tersebut tidak menimbulkan ancaman terhadap International Space Station (ISS), awaknya, maupun misi luar angkasa mendatang seperti Artemis II. Selain itu, misi peluncuran Transporter-16 juga dilaporkan tidak terdampak.

SpaceX menyebutkan pihaknya terus memantau serpihan yang masih dapat dilacak di orbit, sebagai indikasi bahwa satelit tersebut sudah tidak utuh. Perusahaan juga tengah melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti gangguan tersebut dan menyiapkan langkah korektif.

Diduga Bersumber dari Faktor Internal

Laporan dari LeoLabs mengonfirmasi adanya peristiwa fragmentasi pada tanggal yang sama. Berdasarkan analisis radar, insiden ini dinilai tidak disebabkan oleh tabrakan dengan puing luar angkasa atau objek lain, melainkan kemungkinan berasal dari sumber energi internal satelit.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kejadian ini berbeda dari insiden serupa pada Desember 2025 yang dipicu oleh badai geomagnetik. Dalam dua kasus terbaru, faktor internal justru menjadi perhatian utama.

Risiko Orbit Rendah Kian Disorot

Peristiwa ini kembali mengangkat isu meningkatnya kepadatan di orbit rendah Bumi, terutama dengan bertambahnya jumlah satelit dalam konstelasi Starlink yang kini diperkirakan mencapai sekitar 10.000 unit.

Astrofisikawan Jonathan McDowell menilai klaim nihil risiko dari SpaceX perlu ditelaah lebih lanjut. Ia mengakui sebagian besar puing kemungkinan akan terbakar saat memasuki atmosfer, sehingga risikonya relatif kecil.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya transparansi dalam penilaian risiko tersebut. Jika anomali terbukti berasal dari cacat desain, potensi dampaknya bisa meluas ke ratusan satelit lain dalam jaringan yang sama.

Menurutnya, langkah mitigasi seperti penghentian operasional atau penarikan kelompok satelit tertentu perlu dipertimbangkan jika ditemukan indikasi risiko sistemik.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *