Pengiriman PC AS 2026 diperkirakan anjlok 13% seiring kenaikan tajam harga komponen memori dan penyimpanan. Tekanan biaya ini terutama menghantam segmen PC murah yang sangat sensitif terhadap perubahan harga, sehingga produsen kesulitan menjaga daya saing produk entry-level.
Laporan Omdia menunjukkan harga memori dan penyimpanan berpotensi melonjak setidaknya 60% pada kuartal I/2026. Angka ini melampaui tren tahun sebelumnya yang berada di kisaran 40% hingga 70%. Bahkan, sejumlah pembeli melaporkan kenaikan harga memori telah mencapai lebih dari dua kali lipat dalam periode tertentu.
Kenaikan harga ini dipicu terbatasnya pasokan silikon flash. Produsen chip kini lebih memprioritaskan kebutuhan solid-state drive (SSD) untuk server kecerdasan buatan (AI), yang menawarkan margin lebih tinggi dibandingkan pasar PC konsumen.
Dampak ke Segmen PC Murah
Tekanan biaya mulai terasa di sepanjang rantai pasok. Salah satu indikasinya adalah penghentian sementara penerimaan pesanan kartu memori CFexpress dan SD oleh Sony. Kondisi ini mencerminkan potensi gangguan pasokan yang dapat meluas ke industri lain, termasuk risiko kelangkaan DRAM bagi perakit PC skala kecil.
Omdia memproyeksikan total pengiriman PC AS hanya mencapai 61,9 juta unit pada 2026. Pemulihan pasar diperkirakan berlangsung lambat, dengan volume baru kembali ke level 2025 pada 2029.
Penurunan paling signifikan terjadi pada PC dengan harga di bawah US$500 yang diprediksi anjlok hingga 35%. Segmen menengah dengan harga US$500–US$699 diperkirakan turun sekitar 20%, sementara PC kelas atas di atas US$1.500 mengalami penurunan lebih moderat sebesar 12%.
Permintaan Melemah di Berbagai Sektor
Manajer riset Omdia, Kieren Jessop, menilai prospek pasar PC 2026 akan cenderung konservatif. Margin tipis dan prioritas pasokan yang rendah membuat segmen kelas bawah semakin tertekan, bahkan berpotensi menyingkirkan vendor kecil dari pasar.
Dari sisi permintaan, sektor pendidikan menjadi yang paling terdampak dengan penurunan minimal 35%. Sementara itu, pengiriman PC konsumen diperkirakan turun 12,4%. Segmen komersial dan publik juga melemah masing-masing sebesar 9,2% dan 5,5%.
Kenaikan harga memori membuat komponen tersebut mengambil porsi lebih besar dalam struktur biaya produksi. Akibatnya, produsen kesulitan mempertahankan harga jual PC murah yang kompetitif di tengah tekanan pasar.
Pergeseran Industri Semikonduktor
Kondisi ini tidak terlepas dari perubahan strategi industri semikonduktor global. Setelah lonjakan permintaan selama pandemi mereda, produsen chip mengalihkan kapasitas ke sektor dengan pertumbuhan tinggi seperti pusat data dan AI.
Peralihan ini memperketat pasokan komponen untuk perangkat konsumen, termasuk PC. Dampaknya, volatilitas harga meningkat dan segmen PC berbiaya rendah menjadi yang paling rentan terhadap tekanan pasar.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






