BDx Data Centers Kantongi Rp5,4 Triliun, Percepat Ekspansi Data Center AI di Indonesia

BDx Data Centers
Sumber Foto : Canva

BDx Data Centers mengamankan pendanaan senilai US$320 juta atau sekitar Rp5,4 triliun untuk mempercepat pengembangan data center AI di Indonesia. Dana ini menjadi dorongan besar bagi perusahaan dalam membangun infrastruktur digital berbasis kecerdasan buatan yang semakin dibutuhkan di kawasan Asia.

Pendanaan tersebut dipimpin oleh konsorsium perbankan yang terdiri dari Bank Permata, BCA, dan KB Bank. Dukungan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan sektor finansial terhadap prospek industri pusat data di Tanah Air, terutama seiring melonjaknya kebutuhan komputasi berbasis AI.

Sebagian dana akan difokuskan pada pengembangan fasilitas CGK3 di kawasan pusat bisnis Jakarta. Berbeda dari pusat data konvensional, CGK3 dirancang khusus untuk menangani beban kerja AI berkepadatan tinggi, termasuk pemrosesan berbasis GPU dalam skala besar.

Infrastruktur AI Generasi Baru

Keunggulan utama fasilitas ini terletak pada penerapan teknologi liquid cooling. Sistem pendingin cair tersebut memungkinkan pengelolaan panas yang lebih efisien dibandingkan metode tradisional, terutama untuk kebutuhan komputasi AI yang menghasilkan suhu tinggi.

CEO BDx Data Centers, Mayank Srivastava, menyatakan bahwa investasi pada teknologi ini merupakan langkah strategis dalam membangun “AI factory” yang mampu mendukung beban kerja modern. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan platform daya tegangan tinggi guna memastikan stabilitas operasional.

Indonesia Jadi Magnet Data Center AI

Langkah ekspansi ini sejalan dengan meningkatnya permintaan data center AI di Indonesia. Kebutuhan tidak hanya datang dari perusahaan lokal, tetapi juga dari penyedia layanan hyperscale global, terutama dari Amerika Serikat dan kawasan Asia.

Untuk mengakomodasi lonjakan tersebut, BDx juga meningkatkan kapasitas di kampus Jatiluhur (CGK4) dan Suryacipta (CGK5). Total kapasitas daya yang ditargetkan mencapai 1,2 GVA, jauh di atas standar pusat data konvensional yang umumnya memiliki kepadatan daya lebih rendah.

Pengembangan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu hub infrastruktur digital di Asia Tenggara. Persaingan pun semakin ketat dengan negara lain seperti Singapura dan Malaysia yang lebih dulu menjadi pusat data regional.

Selain ekspansi fisik, BDx memanfaatkan fasilitas pinjaman tersebut untuk refinancing guna memperoleh struktur pembiayaan yang lebih efisien. Strategi ini dinilai penting di tengah dinamika suku bunga global yang kompetitif.

Dengan operasional CGK3 yang telah berjalan sejak September 2025 dan ekspansi berkelanjutan di beberapa lokasi, BDx berada di jalur agresif untuk memperluas dominasi di sektor data center AI Indonesia. Dukungan perbankan domestik juga menunjukkan kesiapan ekosistem keuangan nasional dalam mendukung proyek teknologi berskala besar.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *