Penjualan Smartphone China Turun di Awal 2026, Apple Justru Melonjak

Penjualan Smartphone China
Sumber Foto : Canva

Pasar penjualan smartphone China mengalami tekanan pada awal 2026. Data dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa pengiriman perangkat turun 4% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Mengacu pada laporan GSM Arena, tren penjualan mingguan dari awal hingga pekan kesembilan memperlihatkan performa yang lebih lemah dibandingkan 2025. Meski sempat naik dan mencapai titik tertinggi pada pekan ketujuh, capaian tersebut masih kalah dari tahun sebelumnya yang memuncak lebih awal dan lebih tinggi.

Secara keseluruhan, pasar HP China belum mampu keluar dari tren penurunan dalam dua bulan pertama tahun ini.

Permintaan Melemah Meski Ada Subsidi

Penurunan ini terjadi meskipun pemerintah China telah menggelontorkan berbagai insentif. Program subsidi dan promosi, termasuk saat Tahun Baru Imlek, sempat mendorong penjualan pada Februari.

Beberapa merek lokal memang mencatat peningkatan. Namun, kenaikan tersebut tidak cukup kuat untuk mengangkat penjualan smartphone China secara keseluruhan.

Tekanan Harga dan Strategi Produsen

Ke depan, tekanan terhadap pasar HP China diperkirakan masih berlanjut. Salah satu penyebabnya adalah kenaikan harga memori global yang berdampak langsung pada biaya produksi.

Sejumlah produsen seperti Vivo dan Oppo bahkan sudah mengisyaratkan kenaikan harga produk mereka. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan biaya komponen yang terus meningkat.

Di tengah kondisi tersebut, tidak semua pemain mengalami penurunan.

Apple justru mencatat pertumbuhan penjualan hingga 23% pada awal 2026. Lonjakan ini didorong tingginya minat terhadap seri iPhone 17. Selain itu, kekuatan rantai pasok membuat perusahaan lebih mampu menahan tekanan biaya.

Sementara itu, Huawei diprediksi akan memperluas pangsa pasar. Dukungan rantai pasok domestik menjadi keunggulan utama dalam menghadapi kenaikan harga komponen global.

Analis memperkirakan kondisi penjualan smartphone China masih akan berfluktuasi hingga Mei. Namun, festival belanja “618” pada Juni diharapkan bisa menjadi momentum untuk mendorong pemulihan permintaan.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di https://roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *